PBNU Nilai Kenaikan Iuran BPJS dan Pembatasan Elpiji Resahkan Masyarakat

Jum'at, 31 Januari 2020 - 21:42 WIB
PBNU Nilai Kenaikan...
PBNU Nilai Kenaikan Iuran BPJS dan Pembatasan Elpiji Resahkan Masyarakat
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, di tengah himpitan akibat tekanan ekonomi, kenaikan iuran BPJS Kesehatan khususnya untuk kelas III dan wacana pembatasan subsidi elpiji tiga kilogram, serta rencana impor garam besar-besaran sangat meresahan masyarakat. (Baca juga: Said Aqil: Skandal Jiwasraya-Asabri Bukti Buruknya Pengelolaan Asuransi)


"Nahdlatul Ulama berpendapat, pemerintah perlu lebih signifikan hadir di tengah kegelisahan masyarakat di bidang perekonomian itu," ujarnya dalam sambutannya pada peringatan Harlah ke-94 NU di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020).

Said Aqil mengatakan, dalam dimensi kebangsaan, NU sebagai bagian dari infrastruktur sosial akan senantiasa berpijak pada koridor-koridor moderasi, keseimbangan, toleran dan keadilan, sesuai prinsip dasar Ahlussunnah Wal Jamaah.

"Karena Nahdlatul Ulama sangat berharap negara yang kuat, bermartabat di tengah masyarakat yang mandiri, otonom, sehingga dapat berperan optimal dalam mewujudkan perdamaian dunia," katanya.

Hal itu pula yang menjadi landasan mengapa Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama pada Oktober 2020 di Lampung mendatang mengambil tema "NU Mandiri Indonesia Bermartabat". "Toh Islam tidak melulu berisi doktrin dan teologi, tetapi juga tentang budaya, kritisisme dan peradaban," katanya.

Sebagai upaya meneguhkan khittah kemandirian NU, malalui Rapat Gabungan Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU pada 4 November 2019 lalu, memutuskan penggalangan Koin Muktamar untuk penyelenggaraan Muktamar NU.
(cip)
Berita Terkait
Pengurus Besar Nahdlatul...
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Mengecam Keras Tindakan Aparat Kepolisian Israel
Wapres Maruf Amin Paparkan...
Wapres Ma'ruf Amin Paparkan 4 Kriteria Rais Aam PBNU
Buka Munas-Konbes NU...
Buka Munas-Konbes NU 2021, Wapres Ma'ruf Amin Ingatkan Adanya Tantangan Besar
PBNU Minta Maaf Terkait...
PBNU Minta Maaf Terkait 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel
Selamat untuk Nahdlatul...
Selamat untuk Nahdlatul Ulama!
Jembatan Peradaban Nahdlatul...
Jembatan Peradaban Nahdlatul Ulama
Berita Terkini
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Penipuan Kursus Bahasa...
Penipuan Kursus Bahasa Arab dengan Bonus Umrah Dilaporkan ke Bareskrim, Korban Rugi Ratusan Juta
Apresiasi Kejagung Tegas...
Apresiasi Kejagung Tegas Panggil Eks Jampidsus, Sahroni: Bukti Kejaksaan Tidak Main-main!
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Febrie Adriansyah Hadir...
Febrie Adriansyah Hadir Diperiksa Kejagung, Kehadirannya Tak Tertangkap Awak Media
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved