DPD RI Ungkap Persoalan di Papua Semakin Meningkat

Jum'at, 31 Januari 2020 - 17:14 WIB
DPD RI Ungkap Persoalan...
DPD RI Ungkap Persoalan di Papua Semakin Meningkat
A A A
JAKARTA - Ketua Komite II DPD RI Yorrys Raweyai mengungkapkan, akhir-akhir ini eskalasi persoalan di Papua semakin mengalami peningkatan. Walaupun bukan kenyataan baru, kata dia, kondisi itu semakin memunculkan pertanyaan publik dan masyarakat Papua tentang keseriusan dan kesungguhan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dalam merespons persoalan Papua dengan cara-cara yang lebih baik.

"Periode kedua Pemerintahan Jokowi sesungguhnya telah menampakkan arah dan niat yang lebih besar dan kuat untuk menyelesaikan persoalan Papua dengan berbagai pendekatan yang komprehensif, yakni pendekatan keadilan, kesejahteraan dan kebudayaan," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Dia melanjutkan, janji-janji Presiden Jokowi beserta treatment-nya terhadap masyarakat Papua cukup memberikan angin segar bagi penyelesaian masalah Papua. "Namun, berbagai tindakan reaktif yang dilakukan pemerintah beberapa kurun waktu terakhir ini seakan mengabaikan hal-hal yang telah diawali dengan baik oleh Presiden Jokowi," ujar senator dari Papua ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, sejumlah aksi kekerasan yang mengemuka dalam beberapa bulan terakhir yang tampak semakin meningkat ditambah dengan reaksi pemerintah dengan penambahan pasukan non-organik semakin membuat suasana mencekam di Bumi Cendrawasih. "Alasan tentang tujuan keamanan tidak sepenuhnya diterima dengan baik oleh masyarakat Papua, lebih sebagai paradigma pendekatan keamanan belaka," kata Ketua For Papua ini. (Baca juga: Pasca-Kontak Tembak Tewaskan 1 OPM, Polisi Sebut Papua Aman Terkendali ).

Dia mengatakan, pemerintah seharusnya menyadari bahwa dari waktu ke waktu persoalan Papua telah memasuki babak baru. Subjek kritisisme tidak lagi didasari romantisme kekecewaan masa lalu. "Mereka yang turun ke jalan dengan berbagai macam suara aspirasi adalah generasi baru yang akan melanjutkan tongkat estafet Papua masa depan," ungkapnya.

"Tidak lama lagi, tahun 2021, kebijakan Otonomi Khusus akan berakhir, Papua memerlukan sentuhan-sentuhan dan terobosan-terobosan baru. Melanjutkan cara-cara lama hanya akan memperpanjang kekhawatiran tentang Papua di masa depan," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Sidang Paripurna DPD...
Sidang Paripurna DPD Ke-11 Digelar Secara Virtual
Masalah Lelang Jabatan...
Masalah Lelang Jabatan Sekjen DPD, Nono Sampono Surati Presiden
Ketua Kelompok DPD di...
Ketua Kelompok DPD di MPR M Syukur Dukung Gagasan DPD Diatur dalam UU Tersendiri
Puan Pengganti dan Penerus...
Puan Pengganti dan Penerus Perjuangan Soekarnoisme
Istimewanya FGD Penguatan...
Istimewanya FGD Penguatan Peran DPD di Yogyakarta
Sah! 152 Anggota DPD...
Sah! 152 Anggota DPD RI Periode 2024-2029 Resmi Dilantik
Berita Terkini
Yusril Ingatkan Kejagung...
Yusril Ingatkan Kejagung Profesional dan Transparan Tangani Kasus Febrie Adriansyah
BPOM Bongkar Peredaran...
BPOM Bongkar Peredaran 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar
Bertemu Panglima TNI,...
Bertemu Panglima TNI, Kapolri Ungkap Ada yang Ingin Pecah Belah Sinergitas TNI-Polri
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Anggap Kapolri Sahabat,...
Anggap Kapolri Sahabat, Jaksa Agung: Jangan Berpikir Kami Ini Rival
Momen Salam Komando...
Momen Salam Komando Jaksa Agung dan Kapolri
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved