Mabes Polri Ajak Rumah Produksi Jaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 30 Januari 2020 - 15:17 WIB
Mabes Polri Ajak Rumah...
Mabes Polri Ajak Rumah Produksi Jaga Kepercayaan Masyarakat
A A A
JAKARTA - Mabes Polri mengapresiasi banyaknya tayangan program polisi di stasiun televisi. Divisi Humas Polri pun mengundang para pegiat rumah produksi atau production house (PH) yang menayangkan program kepolisian dalam workshop (lokakarya) untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, penayangan program kepolisian ini sejalan dengan prinsip manajemen media oleh Divisi Humas Polri untuk menaikan isu positif dan menekan isu negatif.

"Secara langsung dan tidak langsung membuat public trust meningkat. Setidaknya melihat polisi semakin baik, jaminan keamanan semakin terasa oleh masyarakat," kata Iqbal dalam workshop bertema 'Dalam Menjaga Citra Polri Melalui Asistensi Terhadap Rumah Produksi Kreatif Film Agar Tidak Kontra Produktif' di Hotel Diradja, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Namun, menurut Iqbal, bila tayangan menampilkan polisi membawa tersangka, memakai seragam, dan teknik tidak sesuai SOP akan mempengaruhi persepsi publik.

"Kalau bicara dalam mempengaruhi persepsi publik, media online dan radio itu kalah dengan televisi. TV bisa 100% mempengaruhi, mengedukasi kalau kita salah. Edukasi tidak tepat tujuan utama jadi tidak tepat. Kita melakukan satu persepsi tayangan kriminal ini ada aturan mainnya," tandas Iqbal.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas), Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan Polri membuka diri membantu rumah produksi. Misalnya dalam pembuatan film yang memerlukan kantor polisi, kendaraan patrol, dan peran polisi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. "Kita bisa bantu biar hasilnya maksimal dan mengedukasi masyarakat terutama mereka yang ingin masuk kepolisian," ujar Argo.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Mulyo Hadi Purnomo mengatakan acapkali melihat kelemahan ada di program sinetron yang terburu-buru dalam produksi karena kejar tayang. "Mungkin karena sosok (polisi) cuma tempelan, maka mereka tidak perlu memahami secara baik itu akan akan membuat persepsi yang negatif di masyarakat," katanya.

Hadi mengatakan rumah produksi harus menghargai etika profesi seperti kepolisian. Jika dalam tayangan ada polisi yang dilecehkan, di-bully maka akan diberikan sanksi. "Sebelum jatuhkan sanksi, kami undang terlebih dahulu, kita peringatkan itu ada yang salah dalam tayangan," ujarnya.
(poe)
Berita Terkait
Tagar Kritik Polri Kembali...
Tagar Kritik Polri Kembali Viral, PB HMI Harap Kepolisian Responsif Terhadap Aduan Publik
Kinerja Polisi Dinilai...
Kinerja Polisi Dinilai Moncer di 2025, Polri Presisi Terbukti Nyata
Kinerja SSDM Polri Menuai...
Kinerja SSDM Polri Menuai Apresiasi
Kapolri Sebut Peningkatan...
Kapolri Sebut Peningkatan Kesejahteraan Bisa Maksimalkan Kinerja Polisi
Profil Komjen Pol Chryshnanda...
Profil Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri
Deretan Pedoman Polri...
Deretan Pedoman Polri dalam Menjamin Profesionalitas dan Netralitas di Pemilu 2024
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved