Fahira Idris Harap Ada Jalan Evakuasi WNI dari Wuhan China

Kamis, 30 Januari 2020 - 07:24 WIB
Fahira Idris Harap Ada...
Fahira Idris Harap Ada Jalan Evakuasi WNI dari Wuhan China
A A A
JAKARTA - Upaya Pemerintah Indonesia untuk segera mengevakuasi WNI di Wuhan dan di kota-kota lain di China yang terkontaminasi virus corona masih belum bisa dilakukan. Karena masih harus berkoordinasi dan menunggu kebijakan Pemerintah China terkait evakuasi warga negara asing. Memang dengan memburuknya kondisi yang disebabkan oleh virus corona, selain Indonesia, beberapa negara lain (Amerika; Jepang; Australia; India; Korea Selatan; Prancis; Inggris) juga sedang berupaya mengambil tindakan untuk memulangkan warga mereka dari berbagai wilayah di China yang terkena dampak virus corona.

"Semoga ada jalan sehingga semua WNI bisa segera dievakuasi dari Wuhan dan dari kota-kota lain di China yang terkontaminasi virus corona. Kita berharap Pemerintah China segera membolehkan proses evakuasi, tentunya disertai berbagai saran dan pertimbangan agar proses evakuasi berjalan lancar. Kita di Indonesia juga harus sudah mempersiapkan dengan matang proses evakuasi termasuk hal-hal yang sifatnya teknis," ujar Anggota DPD RI Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta 29 Januari 2020.

Menurut Fahira, kondisi darurat di sebuah wilayah akibat penyebaran virus memang tidak sama dengan kondisi daerah yang menjadi darurat akibat bencana alam. Kebijakan isolasi yang diberlakukan Pemerintah China di Wuhan dan beberapa kota lain di China akibat virus corona memang harus ditempuh agar virus tidak berpindah. Namun, Pemerintah China juga harus mempunyai kebijakan khusus terkait warga negara asing agar bisa dievakuasi dan diurus oleh negaranya masing-masing.

Dalam suasana darurat seperti ini, lanjut Fahira, tentunya warga negara asing termasuk WNI di Wuhan dan di daerah lain di China yang terkontaminasi virus corona merasa lebih aman dan nyaman jika dievakuasi dan diurus oleh pemerintah negaranya sendiri. Ini juga akan meringankan beban Pemerintah China. Tinggal bagaimana China memberikan saran dan pertimbangan-pertimbangan agar evakuasi bisa berjalan baik dan lancar termasuk saran dan pertimbangan terkait treatment kesehatan.

"Kita semua berharap China segera mengeluarkan kebijakan untuk membolehkan kita mengevakuasi WNI yang ada di sana. Untuk itu Kemenlu harus lebih intensif menjalin komunikasi dengan Pemerintah China agar kebijakan ini bisa segera diputuskan dan kita segera bisa mengevakuasi warga kita," tukas Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR ini.

Sebagai informasi, sambil menunggu jawaban dari China, Pemerintah Indonesia sudah mulai menyiapkan sejumlah mekanisme evakuasi. Salah satunya adalah, sambil menunggu instruksi dari Kementerian Luar Negeri, TNI AU mempersiapkan 3 pesawat yang siap diterbangkan untuk menjemput WNI dari wilayah karantina penyebaran virus corona (N-Cov) di China.
(mhd)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved