Virus Corona Merebak, Kerja Sama IPB dengan China Tak Terganggu
Rabu, 29 Januari 2020 - 17:11 WIB
Virus Corona Merebak, Kerja Sama IPB dengan China Tak Terganggu
A
A
A
BOGOR - Rektor IPB University Arif Satria memastikan isu Virus Corona yang merebak tidak mengganggu proses kerja sama yang sudah dan sedang dilakukan antara IPB dengan berbagai perguruan tinggi di China.
"Kita memang punya banyak kerja sama dengan Chiang Mai University, kita juga lagi menjajaki dengan Xin Hua, dan berbagai perguruan tinggi di China. Namun dengan bidang-bidang yang lain. Di Chiang Mai, bidangnya manajmen dan food fisheries dengan Qing Dao, Ocean University of China berkerjasama dibidang kemaritiman, dengan Wuhan kami tidak ada kerjasama," ujarnya saat ditemui di sela-sela Sidang Paripurna Majelis Wali Amanat IPB di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Rabu (29/1/2020).
Menurut dia, semua bentuk kerja sama tak terganggu dengan maraknya isu Virus Corona, tapi dalam jangka pendek ini kunjungan dibatasi. "Kita menunggu sampai kondisi normal sehingga kerja sama bisa dilanjutkan," katanya.
Namun diakuinya, kerja sama dengan China ini diproyeksikan akan semakin meningkat, seiring dengan kesamaan visi terkait dengan teknologi 4.0. "Karena China memiliki kemajuan yang cukup bagus teknologi 4.0 nya, sehingga kami sebenarnya sedang penjajakan terkait dengan smart farming, dengan beberapa lembaga penelitian China," ujarnya.
Bahkan pihaknya saat ini sedang mengimplementasikan di masyarakat terkait hasil kerja sama tentang benih-benih unggul yang bisa dijadikan produk ekspor. "Kalau terkait program pertukaran pelajar China dengan IPB ada, hanya saya tak tahu persis jumlahnya. Misalnya dengan Chiangmai University, biasanya dulu satu kelas program join degree atau S-2 setahun di sana setahun di sini," ujarnya.
"Kita memang punya banyak kerja sama dengan Chiang Mai University, kita juga lagi menjajaki dengan Xin Hua, dan berbagai perguruan tinggi di China. Namun dengan bidang-bidang yang lain. Di Chiang Mai, bidangnya manajmen dan food fisheries dengan Qing Dao, Ocean University of China berkerjasama dibidang kemaritiman, dengan Wuhan kami tidak ada kerjasama," ujarnya saat ditemui di sela-sela Sidang Paripurna Majelis Wali Amanat IPB di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Rabu (29/1/2020).
Menurut dia, semua bentuk kerja sama tak terganggu dengan maraknya isu Virus Corona, tapi dalam jangka pendek ini kunjungan dibatasi. "Kita menunggu sampai kondisi normal sehingga kerja sama bisa dilanjutkan," katanya.
Namun diakuinya, kerja sama dengan China ini diproyeksikan akan semakin meningkat, seiring dengan kesamaan visi terkait dengan teknologi 4.0. "Karena China memiliki kemajuan yang cukup bagus teknologi 4.0 nya, sehingga kami sebenarnya sedang penjajakan terkait dengan smart farming, dengan beberapa lembaga penelitian China," ujarnya.
Bahkan pihaknya saat ini sedang mengimplementasikan di masyarakat terkait hasil kerja sama tentang benih-benih unggul yang bisa dijadikan produk ekspor. "Kalau terkait program pertukaran pelajar China dengan IPB ada, hanya saya tak tahu persis jumlahnya. Misalnya dengan Chiangmai University, biasanya dulu satu kelas program join degree atau S-2 setahun di sana setahun di sini," ujarnya.
(cip)