Berkunjung ke MK, Jokowi: Kita Mengalami Obesitas Regulasi

Selasa, 28 Januari 2020 - 11:43 WIB
Berkunjung ke MK, Jokowi:...
Berkunjung ke MK, Jokowi: Kita Mengalami Obesitas Regulasi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung terlalu banyaknya regulasi yang ada di Indonesia dalam acara penyampaian laporan tahunan Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2019. Dia mengatakan saat ini Indonesia tengah mengaalami obesitas regulasi.

“Saya memperoleh laporan bahwa terdapat 8.451 peraturan pusat dan 15.985 peraturan daerah. Kita mengalami hiper regulasi, obesitas regulasi,” ujarnya di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta, Selasa (28/1/2020). (Baca juga: Haris Azhar Kritik Kinerja 100 Hari Jokowi-Ma'ruf di Bidang Hukum )

Jokowi menyebut bahwa UUD 1945 sebagai konstitusi negara dibuat untuk mengatur hal-hal yang sangat fundamental. Sehingga terdapat kesempatan dan keleluasaan untuk menyusun peraturan di bawahnya agar selalu siap merespons perubahan.

“Akan tetapi kita seringkali justru membuat peraturan turunan yang terlalu banyak, yang tidak konsisten, yang terlalu rijit dan mengekang ruang gerak kita sendiri, yang justru menghambat kecepatan kita, menghambat kita dalam melangkah, yang mempersulit kita dalam memenangkan kompetisi yang ada,” jelasnya.

Dia mengatakan kondisi ini seringkali membuat Indonesia terjebak oleh aturan yang dibuat sendiri. Dalam hal ini terjebak dalam keruwetan dan kompleksitas.

“Oleh karena itu mulai dari PP, Perpres, Permen, Perdirjen, sampai Perda harus kita sederhanakan. Sehingga kita memiliki kecepatan nantinya dalam setiap memutuskan dan bertindak atas respons perubahan-perubahan dunia yang begitu sangat cepatnya,” tuturnya.

Lebih lanjut dalam kesempatan itu mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan bahwa pemerintah bersama DPR terus berupaya untuk mengembangkan sistem hukum yang kondusif. Salah satunya dengan mensinkronkan berbagai undang-undang (UU) melalui satu UU saja.

“Melalui satu omnibus law berbagai ketentuan dalam puluhan undang-undang akan dipangkas, disederhanakan dan diselaraskan. Omnibus Law Perpajakan dan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja saat ini sedang kita siapkan dan segera kami sampaikan kepada DPR RI,” jelasnya.

Jokowi mengakui bahwa omnibus law memang belum populer di Indonesia. Namun hal ini telah banyak diterapkan di berbagai negara seperti di Amerika Serikat dan Filipina.

“Ini adalah sebagai sebuah strategi reformasi regulasi. Harapannya adalah hukum kita jauh lebih sederhana, fleksibel, responsif, dan cepat menghadapi era kompetisi, era perubahan yang saat ini sedang terjadi,” katanya. (Baca juga: Haris Azhar Pertanyakan Pengembalian Aset Tanah Kasus Korupsi ke Kejagung )

Pada kesempatan ini, Jokowi juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk bersama pemerintah berada dalam satu visi yang sama. Dalam hal ini, visi besar dalam menciptakan hukum yang fleksibel, sederhana, kompetitif dan responsif.
(kri)
Berita Terkait
Polemik MK, Pengamat...
Polemik MK, Pengamat Sebut Ini Bisa Jadi Pelajaran Penting Presiden Jokowi
Survey Sentimen Publik...
Survey Sentimen Publik atas Putusan MK Soal Ambang Batas Presiden
Presiden Jokowi Saksikan...
Presiden Jokowi Saksikan Pengucapan Sumpah Arsul Sani sebagai Hakim Konstitusi
Jokowi Akui Pemerintah...
Jokowi Akui Pemerintah Tak Selamanya Sependapat dengan Putusan MK
Buruh Optimistis Undang...
Buruh Optimistis Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja Dibatalkan MK
Besok Buruh Akan Kembali...
Besok Buruh Akan Kembali Geruduk Istana dan Gedung MK
Berita Terkini
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
BGN Stop Penyaluran...
BGN Stop Penyaluran MBG selama Libur Sekolah
Agustina Arumsari Ditunjuk...
Agustina Arumsari Ditunjuk Jadi Juru Bicara BGN
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved