IPW Desak Kapolri Rombak Penasihat Ahlinya

Selasa, 28 Januari 2020 - 08:46 WIB
IPW Desak Kapolri Rombak...
IPW Desak Kapolri Rombak Penasihat Ahlinya
A A A
JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyatakan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis sepertinya perlu merombak dan merevisi anggota penasihat ahli yang baru ditunjuknya.

"Sebab dalam merekrut tim penisehat ahli tersebut, sepertinya Idham belum terlihat cermat," ujar Neta kepada Sindonews, Selasa (28/1/2020).

IPW, kata Neta menemukan adanya anggota Penasihat Ahli Kapolri Idham Azis yang masih menjabat sebagai Ketua Badan Advokasi dan Hukum sebuah partai politik besar. Sehingga pertanyaan, jika Penasihat Ahli Kapolri adalah pengurus partai politik besar, apakah nantinya tidak ada konflik kepentingan antara partai besar itu dengan jajaran kepolisian.

Di sisi lain, bukankah keberadaan Penasihat Ahli Kapolri itu bisa mengganggu profesionalisme dan netralitas Polri. Selama ini para Kapolri sebelum Idham Azis selalu menghindari keberadaan pengurus partai politik menjadi penasihat ahlinya.

"Bahkan, saat Kastorius Sinaga bergabung ke partai politik yang bersangkutan langsung mundur sebagai Penasihat Ahli Kapolri. Sebab itu Idham Azis perlu kembali melakukan cek ulang terhadap anggota penasihat ahlinya," jelas dia.

Selain itu, lanjut Neta, IPW juga memertanyakan kapabilitas maupun kapasitas sejumlah Penasihat Ahli Kapolri. Karena, sejumlah tokoh senior yang selama ini menjadi Penasihat Ahli Kapolri digusur dan digantikan dengan figur-figur baru yang kapabilitas dan kapasitasnya belum teruji, seperti para senior yang digantikannya.

"Yang menarik dari keberadaan Penasihat Ahli Kapolri di era Idham Azis ialah, ada pihak yang sengaja 'membocorkan' nama-nama berikut gajinya ke publik. Padahal selama ini keberadaan Penasihat Ahli Kapolri itu cenderung tertutup," papar dia.

Sehingga, menurut Neta muncul pertanyaan memang siapa yang membocorkannya dan apa kepentingannya? Apakah sekadar untuk gagah-gagahan bahwa dirinya sudah diangkat menjadi Penasihat Ahli Kapolri atau ada kepentingan lain.

Neta menilai, selama ini keberadaan penasihat ahli itu hanyalah sebagai tinktank yang bersifat 'tertutup' sehingga anggotanya bisa lebih leluasa dalam melakukan gerakan untuk memberi masukan kepada Kapolri.

"Tapi di era Idham Azis menjadi berbeda, selain terbuka, anggota Penasihat Ahli Kapolri ada yang menjadi pengurus partai politik dan ada yang menjadi konsultan rekanan di kepolisian. IPW khawatir hal ini akan mengganggu profesionalisme dan independensi Polri ke depan," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Pemeriksaan Kesehatan...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-79 Polri saat CFD Jakarta
Seleksi Penerimaan Anggota...
Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Pontianak
Rapat Perdana Komisi...
Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri
Mutasi Polri, Brigjen...
Mutasi Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo Ditunjuk Jadi Kadiv Propam
Begini Suasana Pengamanan...
Begini Suasana Pengamanan Mabes Polri Pasca Penyerangan Teroris
Gelombang Dukungan Mahasiswa,...
Gelombang Dukungan Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat untuk Polri Presisi
Berita Terkini
Prabowo dan PM Singapura...
Prabowo dan PM Singapura Bakal Teken 26 MoU dalam Leaders' Retreat di Istana Merdeka
Usai Ramai Amplop dari...
Usai Ramai Amplop dari Bupati Kuansing, Menhut Lapor Penolakan Gratifikasi ke KPK
Oleh Soleh Dukung Perpres...
Oleh Soleh Dukung Perpres 111/2025: LGBTQ Sudah Jadi Ancaman Nonmiliter
Mengenang Suami Pertama...
Mengenang Suami Pertama Megawati dengan Tabur Bunga dan Tahlil
Makna Pemakaman Ayatollah...
Makna Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
DPR Soroti Maraknya...
DPR Soroti Maraknya Kampanye LGBT, Dinilai Bisa Ganggu Ketahanan Nasional
Infografis
8 Kombes Pol Pecah Bintang...
8 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dimutasi Kapolri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved