Gus Yahya: Perlu Rekontektualisasi Agama-agama Ibrahimiyah

Jum'at, 17 Januari 2020 - 17:26 WIB
Gus Yahya: Perlu Rekontektualisasi...
Gus Yahya: Perlu Rekontektualisasi Agama-agama Ibrahimiyah
A A A
VATIKAN - Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengajak para pemimpin agama untuk melakukan refleksi sejujur-jujurnya tentang posisi teologis agama masing-masing dalam upaya perdamaian.

“Harus diakui, ada norma-norma ortodoksi yang memang masih mendorong segregasi, diskriminasi, dan konflik," ujar Gus Yahya, sapaan akrabnya dalam forum Abrahamic Faiths Initiative (Inisiatif Agama-agama Ibrahimiyah) di Vatikan, sejak tanggal Selasa-Jumat (14-17/1/20).

Menurut Gus Yahya, norma-norma itu harus dihadapkan dengan konteks realitas globalisasi abad ke-21 ini, yaitu konflik antaragama tidak mungkin lagi dilokalisir sehingga akan memicu benturan universal yang kaotik dan sudah pasti pada ujungnya akan meruntuhkan seluruh peradaban dunia.

Gus Yahya kemudian memaparkan upaya-upaya rekontekstualisasi fikih yang telah dilakukan di lingkungan Nahdlatul Ulama sejak 1984, yaitu ketika Rais Aam KH Achmad Shiddiq meletakkan kerangka teologis bagi “Ukhuwwah Basyariyyah”.

“Pada bulan Februari 2019 yang lalu, Musyawarah Nasional Alim-ulama NU menetapkan bahwa kategori kafir tidak lagi relevan untuk di ruang publik dalam konteks negara-bangsa moderen. Dimensi sosial-politik dari terma kafir sebenarnya terkait konteks keberadaan satu teokrasi tunggal yang universal, yang sekarang sudah tidak ada lagi," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Monsignor Khaled Akasheh, seorang Uskup Katholik asal Yordania menyatakan amat terharu mendengar semua paparan itu. “Ini adalah perwujudan mimpi saya selama 25 tahun,” katanya.

Selanjutnya, dia menegaskan bahwa bukan hanya Islam yang perlu melakukan rekontekstualisasi semacam itu, semua agama-agama dari keluarga Ibrahimiyah harus melakukannya. Khaled Akasheh menjelaskan bahwa Gereja Katolik telah memulai upaya tersebut sejak didirikannya Dewan Ekumenikal Vatikan Kedua pada masa Paus Johanes XXIII pada 1962.

“Agama-agama Ibrahimiyyah harus merenungkan kembali hakikat kehadiran dan perannya dalam konteks realitas Abad ke-21 ini," tegasnya.

Wakil dari kalangan Yahudi ultra-ortodoks Israel serta-merta menyambut ajakan itu dengan antusias. Rabinat Adina Bar-Shalom, puteri mendiang Rabi Ovadia Yosef yang dulu adalah Rabbi Kepala (Chief Rabbi) Sephardi yang paling berpengaruh di kalangan Yahudi ultra-ortodoks di Israel, mengajak untuk menciptakan momentum bersama, misalnya dengan menggalang pertemuan pemimpin-pemimpin agama Ibrahimiyah untuk mendialogkan topik tersebut.

Dia bertekad untuk memobilisasi seluruh komunitas Yahudi ortodoks di Israel untuk ikut serta dan sungguh-sungguh terlibat dalam pergulatan rekontekstualisasi itu. “Segala kekerasan dan pembunuhan ini harus dihentikan! Seluruh hamparan tanah di muka bumi ini tak sebanding nilainya dengan satu nyawa manusia!” ucapnya sedikit emosional.

Di akhir forum disepakati bahwa dalam 45 hari ke depan akan diumumkan negara mana yang akan menjadi tujuan kiprah Abramic Faiths Initiative setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas setempat.
(kri)
Berita Terkait
Jembatan Peradaban Nahdlatul...
Jembatan Peradaban Nahdlatul Ulama
Silaturahmi Nasional...
Silaturahmi Nasional Penting sebagai Sarana Tabayyun Jaga NKRI
PWNU DKI Jakarta Tanda...
PWNU DKI Jakarta Tanda Tangani Kerja Sama Penyediaan AptameX
Universitas Nahdlatul...
Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta Gandeng ICP Kembangkan Blockchain
Tidak Ada Pertentangan...
Tidak Ada Pertentangan antara Semangat Kebangsaan dan Keagamaan
LKK-UNPAM Perkuat Harmonisasi...
LKK-UNPAM Perkuat Harmonisasi Keagamaan di Era Modern
Berita Terkini
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
Infografis
Perlu Diwaspadai, Ini...
Perlu Diwaspadai, Ini 15 Tanda Tubuh Kelebihan Kafein
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved