MUI: Negara Harus Hadir Beri Keadilan untuk Rakyat

Kamis, 26 Desember 2019 - 19:25 WIB
MUI: Negara Harus Hadir...
MUI: Negara Harus Hadir Beri Keadilan untuk Rakyat
A A A
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan akan ikut memperjuangkan keadilan bagi masyarakat. Salah satunya ikut memberikan masukan terkait pembuatan undang-undang.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pleno ke-46 Dewan Pertimbangan MUI di Aula Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019).

Rapat tersebut digelar sebagai wadah untuk menjaring aspirasi umat Islam menjelang Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 di Bangka Belitung, 26-29 Februari 2020 mendatang.

Menurut Sekretaris Jenderal MUI Buya Anwar Abbas, negara harus hadir memberikan keadilan bagi rakyat.

Dengan begitu, kata dia, tidak akan terjadi ketimpangan sosial yang membuat daya beli masyarakat menurun.

"Kekuasaan itu juga bertugas untuk membuat peraturan peraturan, undang-undang bagaimana caranya agar undang-undang yang ada di negeri ini betul-betul berpihak kepada rakyat, tidak hanya berpihak ke segelintir orang," tutur Anwar Abbas di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019).

Dia menilai produk undang-undang saat ini hanya berpihak kepada pengusaha besar. Alhasil perekonomian bangsa berjalan tidak dinamis.

"Karena undang-undang kita bias kepada konglomerat kepada pengusaha-pengusaha besar dan kurang berpihak kepada usaha usaha kecil UMKM. Kita mengharapkan secara politik akan ada undang undang yang berpihak kepada usaha mikro kecil dan menengah," tuturnya. (Baca juga: Mahfud MD: Pascapilpres, Intoleransi dan Ujaran Kebencian Turun 80% )

Menurut dia, jika pemerintah dapat mengubah peraturan ke arah yang lebih baik tanpa selalu menguntungkan konglomerat, maka Indonesia mampu keluar dari jurang ketimpangan yang menyebabkan ketidakakuran antara masyarakat dan pemerintah.
"Kita harapkan struktur masyarakat kita bentuknya tidak lagi seperti piramid, tapi seperti belah ketupat yang besar adalah kelas menengah. Kalau sekarang yang besar kelas bawah, kelas atas sedikit, kelas yang agak besar yang tengah dan yang paling besar kelas bawah," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
MUI Kritisi Acara Pemerintah...
MUI Kritisi Acara Pemerintah Tak Perhatikan PSBB Protokol Kesehatan
Polisi Gelar Olah TKP...
Polisi Gelar Olah TKP Pasca Penembakan di Kantor MUI
Usai Terjadi Penembakan,...
Usai Terjadi Penembakan, Kantor MUI Dijaga Ketat Brimob
Ironi! Berkumpul di...
Ironi! Berkumpul di Masjid Dilarang, Tapi di Mal dan Bandara Tidak
Himbau Akhiri Polemik...
Himbau Akhiri Polemik Pembubaran MUI, Pj Ketum PB HMI Minta Perbaiki Rekrutmen dilakukan Transparan
Ngaku Wakil Nabi, Ini...
Ngaku Wakil Nabi, Ini Isi Surat Lengkap Pelaku Penembakan Kantor MUI
Berita Terkini
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Infografis
Prabowo: Yang Tidak...
Prabowo: Yang Tidak Mau Bekerja untuk Rakyat, Saya akan Singkirkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved