Mensos Juliari: PKH Harus Munculkan Ibu-ibu Entrepreneur

Kamis, 19 Desember 2019 - 08:57 WIB
Mensos Juliari: PKH...
Mensos Juliari: PKH Harus Munculkan Ibu-ibu Entrepreneur
A A A
JAKARTA - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah. Tujuannya diarahkan kepada peningkatan taraf hidup masyarakat dari prasejahtera menjadi sejahtera. Karena itu, Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara menyatakan, bahwa PKH ke depan akan terus didorong untuk bisa menciptakan kemandirian di bidang ekonomi.

“Upaya yang dilakukan adalah melalui intervensi pemerintah, sehingga keluarga-keluarga ini terangkat dari kemiskinan. Yang terpenting adalah kemiskinan bukan menjadi hal yang turun-temurun dalam suatu keluarga. Kita harus memutus rantai kemiskinan itu,” tandas Juliari, kemarin.

Menurut dia, kebijakan program bantuan sosial akan terus didorong untuk memperkuat pemberdayaan. Hal ini juga harus menjadi gerakan sosial untuk mempercepat para penerima manfaat berdaya dan mandiri secara sosial dan ekonomi.

“PKH ke depan harus banyak meluluskan (graduasi), menumbukan kreatifitas ekonomi, memunculkan ibu-ibu entrepreneur yang memiliki dampak sosial di lingkungan terdekatnya dan melahirkan anak-anak berprestasi di berbagai bidang,” paparnya.

Pada gilirannya, lanjut Juliari, PKH dapat mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkontribusi dalam mendorong Indonesia sejahtera. Salah satu pendamping sosial PKH Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Fauzi Rahman mengaku sudah menjadi pendamping sejak 2016.

Penerima PKH atau yang biasa disebut Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayahnya ada 167 orang. “Hingga Desember 2019 jumlah KPM Graduasi Sejahtera Mandiri atau yang keluar dari kepesertaan PKH sebanyak 43 orang,” ungkapnya.

Alasan keluar kepesertaan, menurut Fauzi, karena beragam alasan. Ada yang sudah tidak memiliki komponen KPM PKH, ada yang sudah mandiri karena telah berhasil merintis usaha sendiri, ada pula yang secara suka rela mengundurkan diri karena merasa sudah mampu secara ekonomi untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

Fauzi mengakui, mendorong KPM untuk keluar dari kepesertaan bukan hal mudah. Dia pun sering kali harus pandai-pandai memutar otak mencari cara agar secara perlahan dapat menanamkan pemahaman bahwa bantuan PKH tidak selamanya akan diberikan pemerintah. “Mereka tidak boleh bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah. Bantuan ini adalah untuk memotivasi mereka menjadi mandiri,” ujarnya.
(don)
Berita Terkait
Kinerja Kemensos Dinilai...
Kinerja Kemensos Dinilai Sudah Berada di Jalur yang Benar
Wujud Kepedulian Pertamina...
Wujud Kepedulian Pertamina pada Anak Yatim Piatu
Asabri Salurkan Bantuan...
Asabri Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Hari Pahlawan, Kemensos...
Hari Pahlawan, Kemensos Silaturahmi dan Beri Tunjangan Kehormatan
Gedung Kementerian Sosial...
Gedung Kementerian Sosial di Salemba Raya Terbakar
Peluncuran Program Pejuang...
Peluncuran Program Pejuang Muda Kemensos
Berita Terkini
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
KPK Geledah Rumah Anggota...
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi
Mendagri: Kades Harus...
Mendagri: Kades Harus Naik Kelas agar Desa Mandiri dan Bendung Urbanisasi
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved