Kasus Muslim Uighur, PKB Sebut Tudingan Media Barat Menyesatkan

Selasa, 17 Desember 2019 - 14:32 WIB
Kasus Muslim Uighur,...
Kasus Muslim Uighur, PKB Sebut Tudingan Media Barat Menyesatkan
A A A
JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengecam tudingan media asing jika China telah merayu Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), media massa, hingga akademisi Indonesia untuk diam terkait dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) komunitas Muslim Uighur. PKB menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan menyesatkan.

“Kami menilai pernyataan media barat terkait tudingan jika ormas, akademisi, hingga media massa bisa “dibeli” oleh China agar diam terkait masalah muslim Uighur tendensius dan tidak berdasar,” ujar Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR, Cucun Ahmad Sjamsurijal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Sebenarnya, Laporan the Wall Street Journal (WSJ) yang ditulis Rabu (11/12) memaparkan China menggelontorkan sejumlah bantuan dan donasi terhadap ormas-ormas Islam tersebut setelah isu Uighur kembali mencuat ke publik pada 2018 lalu. Beijing bahkan disebut membiayai puluhan tokoh seperti petinggi NU dan Muhammadiyah, MUI, akademisi, dan sejumlah wartawan Indonesia untuk berkunjung ke Xinjiang. Akibatnya ada perbedaan sikap dan pernyataan mereka atas kasus tersebut sebelum dan sesudah mereka berkunjung ke Xinjiang.

Dia menjelaskan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah membantah dengan tegas atas tudingan tersebut. Dalam pernyataannya PBNU menyatakan tidak bisa didikte siapapun terkait kasus dugaan pelanggaran HAM di Uighur. PBNU juga telah membantah jika ada aliran uang dari China terkait dengan persoalan tersebut.

“Sikap tegas PBNU tersebut menunjukkan jika apa yang dinarasikan oleh media barat tidak benar dan penuh tendensi,” ucapnya.

Cucun mengatakan narasi media barat tersebut tidak terlepas dari kepentingan Amerika Serikat yang saat ini terlibat perang dagang dengan China. Bahkan saat ini House of Representatif United States atau DPR Amerika Serikat telah meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Uighur.

Salah satu poin RUU tersebut adalah pemberlakuan sanksi kepada pejabat senior China terkait dugaan pelanggaran HAM kaum Muslim Uighur. “Kita tidak bisa melihat kasus ini secara parsial. Bahwa ada kepentingan barat terkait isu Uighur itu jelas. Maka kita harus mengkaji secara komprehensif kasus Uighur sehingga bisa mengambil posisi yang tepat,” katanya.
(kri)
Berita Terkait
3 Pelanggaran HAM yang...
3 Pelanggaran HAM yang Dilakukan China kepada Warga Muslim Uighur
Soal Muslim Uighur,...
Soal Muslim Uighur, DPR: China Tinggal Buktikan Tak Ada Pelanggaran HAM
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Alihkan Isu Pelanggaran HAM Muslim Uighur
Inggris Umumkan Sanksi...
Inggris Umumkan Sanksi Bisnis Terkait Pelanggaran HAM di Xinjiang
Konflik PKB-PBNU Meruncing,...
Konflik PKB-PBNU Meruncing, Mantan Sekjen PKB Lukman Edy Dilaporkan ke Bareskrim
Miliarder Ini Ngaku...
Miliarder Ini Ngaku Tak Peduli Soal Penindasan Muslim Uighur di China
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved