Evaluasi Sisi Teknis, Prinsipnya Pilkada Langsung Harus Dibenahi

Minggu, 15 Desember 2019 - 18:18 WIB
Evaluasi Sisi Teknis,...
Evaluasi Sisi Teknis, Prinsipnya Pilkada Langsung Harus Dibenahi
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng menilai mekanisme pilkada langsung harus tetap dipertahankan. Dia mengatakan bahwa alternatif pilkada melalui DPRD bukanlah pilihan yang tepat.

"Evaluasi pilkad dan adanya masukan pilkada melalui DPRD itu membuat memori publik teringat antara tahun 1999-2004. Betapa kepala daerah itu sangat mudah dijatuhkan. Karena kepala daerah pilihan dari DPRD," kata Robert Endi dalam Refleksi Otonomi 2019 dan Arah Perbaikan ke Depan di Bakoel Koffie Cikini, Minggu (15/12/2019).

Dia mengatakan, hubungan antara DPRD dan kepala daerah adalah mandat dan akuntabilitas. Di mana DPRD sebagai pemberi mandat sudah sewajarnya dimintai akuntabilitasnya. Sehingga, dapat dipastikan kepala daerah akan sangat bergantung kepada DPRD.

"Instabilitas daerah penurunan luar biasa. Kalau dia tidak diganggu, ya dia akan jatuh. Hanya ada dua model hubungan waktu itu, satu adalah model yang sifatnya konfliktual. Konflik terus. Atau model hubungan kolutif. Kelihatan damai, tenang tapi sesungguhnya terjadi kolusi. Kita tidak mau dua model itu terjadi lagi karena kembali ke pilihan DPRD," jelasnya.

Padahal dalam demokrasi adalah rakyat harus didengar. Di mana rakyat didengar saat memilih pejabat publik dan mmembuat kebijakan publik. "Hanya dua itu. Nah kalau kemudian duanya itu dihilangkan, terus rakyatnya di mana," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengakui, pilkada langsung memang harus dibenahi. Namun prinsip demokrasi harus dipegang. Sebelumnya Istana menegaskan, tidak akan mengubah sistem pilkada. Di mana pilkada akan tetap menggunakan mekanisme pemilihan langsung.

"Presiden Jokowi mengatakan pilkada provinsi/kabupaten/kota tetap melalui mekanisme pemilihan langsung," kata Jubir Presiden Fadroel Rachman.

Dia mengatakan bahwa pilkada langsung merupakan cermin kedaulatan rakyat dan demokrasi. "Sejalan dengan cita-cita Reformasi 1998. Yang akan dievaluasi hanya teknis penyelenggaraan," ungkapnya.

Di kesempatan lain, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mempertanyakan, relevansi pilkada langsung yang ada saat ini. Menurutnya meskipun banyak manfaatnya tapi pilkada langsung juga menimbulkan banyak hal negatif. Terutama pilkada langsung saat ini berbiaya tinggi.
(maf)
Berita Terkait
Saatnya Akhiri Praktik...
Saatnya Akhiri Praktik Mahar Politik Pencalonan Kepala Daerah
Punya Kursi di Sulsel,...
Punya Kursi di Sulsel, 3 Parpol Ini Malah Jadi Pendukung Bukan Pengusung
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Jagoan PDIP Dikepung...
Jagoan PDIP Dikepung di Pilkada Surabaya
Waspadai Politik Uang...
Waspadai Politik Uang Jelang Pilkada Serentak
Formappi: Rakyat Tak...
Formappi: Rakyat Tak Butuh Calon Kepala Daerah Mantan Pecandu Narkoba
Berita Terkini
Kabar Duka, Eks Menhan...
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia
Tudingan Revisi UU Polri...
Tudingan Revisi UU Polri untuk Perpanjang Masa Jabatan Kapolri Dinilai Tak Berdasar
5.950 WNI Dapat Penghapusan...
5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Kamboja
Prabowo Jadi Inspektur...
Prabowo Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
Waisak 2026, Menag:...
Waisak 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved