Dewas KPK Masih Digodok, PDIP: Percayalah kepada Presiden

Jum'at, 13 Desember 2019 - 19:33 WIB
Dewas KPK Masih Digodok,...
Dewas KPK Masih Digodok, PDIP: Percayalah kepada Presiden
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan saat ini masih melakukan finalisasi nama-nama anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia mengatakan masih melihat sosok yang pantas masuk di jajaran Dewan Pengawas KPK. “Belum rampung, baru proses finalisasi,” katanya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku berhati-hati dalam memilih Dewan Pengawas KPK. Menurut dia, jangan sampai dirinya salah pilih orang dan membuat masyarakat tidak puas.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengatakan, Jokowi memiliki wewenang penuh dalam menentukan nama-nama anggota Dewas. Kendati begitu, dirinya meyakini bahwa Jokowi akan memilih sosok terbaik yang akan menempati posisi Dewas KPK.

”Sekarang bola ada di Presiden. Tapi percayalah Pak Jokowi punya tekad yang kuat untuk melakukan perbaikan-perbaikan, untuk melakukan pemberantasan korupsi seperti yang ada di Nawacita, bagaimana membangun sistem hukum yang bermartabat dan terpercaya,” ujarnya di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Dalam membangun sistem hukum yang bermartabat dan terpercaya, kata Arteria, salah satu faktor utamanya adalah akuntabilitas dan transparansi. ”Kita tunggu saja. Saya yakin pilihannya adalah orang-orang baik. Pilihannya itu tidak akan menegasikan, tapi akan menjadi bagian satu sama lain untuk menyempurnakan kerja-kerja KPK,” tuturnya.

Mengenai desakan agar Presiden membuka nama-nama calon anggota Dewas KPK sebelum dilantik pada 21 Desember mendatang, Arteria meminta publik untuk bersabar. ”Sebentar lagi juga akan ketahuan, ini kan masih tanggal 13, pelantikan tanggal 21, saya yakin beberapa hari lagi namanya pasti akan muncul,” katanya.

Dikatakan Arteria, saat menyusun revisi UU KPK, sebenarnya DPR mengusulkan bahwa pemilihan anggota Dewas KPK dilakukan melalui mekanisme yang transparan dengan suatu instrumen yang independen. Caranya dengan terlebih dahulu mendaftar, kemudian melakukan uji publik dan kompetensi.

”Tetapi kan rakyat tidak pernah percaya dan tidak pernah mau percaya dengan DPR, selalu apriori. Akhirnya dipilihlah kemudian Presiden itu, seolah-olah merepresentasikan semua kehendak rakyat. DPR tunduk dengan kehendak rakyat, kemudian kita bikinkan norma itu (Dewas KPK dipilih Presiden),” katanya.
(pur)
Berita Terkait
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa...
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa Terkait Kasus LNG Pertamina
KPK Tetapkan Wali Kota...
KPK Tetapkan Wali Kota Tanjungbalai sebagai Tersangka
Berita Terkini
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Berkas Roy Suryo Cs...
Berkas Roy Suryo Cs P21, Polda Metro Diminta Segera Lakukan Pelimpahan Tahap Dua
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved