Komisi X DPR Dukung Format Baru Pengganti Ujian Nasional

Rabu, 11 Desember 2019 - 14:23 WIB
Komisi X DPR Dukung...
Komisi X DPR Dukung Format Baru Pengganti Ujian Nasional
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mendukung format baru pengganti Ujian Nasional (UN) yang telah diumumkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) Nadiem Makarim dalam rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

“Format baru tersebut sejalan dengan apa yang diharapkan. Karena selama ini pelaksanaan ujian nasional tidak konsisten dengan Kurikulum K-13 yang menekankan cara berpikir dan logika. Selama ini UN lebih banyak hafalan. Padahal yang kita perlukan adalah mendidik anak-anak kita untuk mempunyai skill, seperti kemampuan literasi dan numerasi,” kata Hetifah dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Hetifah menila, pola UN selama ini menjadi salah satu alasan mengapa nilai PISA (Program Asesmen Siswa Standar Internasional) Indonesia selama ini rendah. “Karena fokus dan penekanannya salah. Tolak ukur lain seperti sikap juga tidak masuk ke dalam asesmen,” ujarnya.

Namun, Hetifah mengingatkan transisi dari sistem yang lama ke yang baru tentu tidak mudah. Pemerintah daerah (pemda), sekolah, guru, siswa, dan orang tua murid harus mendapatkan sosialisasi dan pendampingan yang serius dari pemerintah pusat. “Masih ada waktu 2 tahun. Maksimalkan terutama untuk menyampaikan ke para guru bagaimana metode mengajar yang baik untuk melatih skill-skill yang akan diujikan,” tutur politikus Golkar ini.

Lebih lanjut, Hetifah menyarankan Kemendikbud harus benar-benar mempelajari praktik pendidikan dari negara-negara lainnya, salah satunya Tiongkok. “Tiongkok berhasil mencapai posisi pertama dalam pencapaian PISA, padahal jumlah siswanya sangat besar. Patut dipelajari lebih dalam bagaimana mereka melakukannya,” pintanya.

Sebelumnya, Mendikbud Dikti Nadiem Makarim mengumumkan format pengganti UN yang selama ini diterapkan di berbagai tingkatan sekolah. “Penyelenggaraan UN 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter,” ujar Nadiem.
(cip)
Berita Terkait
Kemendikbud Diminta...
Kemendikbud Diminta Petakan Kebutuhan Sekolah
Catatan Kritis DPR Terkait...
Catatan Kritis DPR Terkait Kerja Sama Kemendikbud dan Netflix
Soal Ujian Berbau Politis,...
Soal Ujian Berbau Politis, DPR Minta Mendikbud Tindak Tegas Disdik DKI
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Berita Terkini
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved