Indonesia-Korea Diskusikan Kerja Sama Transportasi

Rabu, 11 Desember 2019 - 12:23 WIB
Indonesia-Korea Diskusikan...
Indonesia-Korea Diskusikan Kerja Sama Transportasi
A A A
BUDAPEST - Di sela pertemuan The Fifth Asia-Europe Meeting Transport Minister Meeting (ASEM TMM 5) yang diselenggarakan di Budapest, Hungaria pada tanggal 9-11 Desember, dilakukan pertemuan bilateral antara Indonesia dan Korea.

Kementerian Perhubungan dan Ministry of Land, Infrastructure and Transport of the Republic of Korea telah memiliki Memorandum of Understanding (MOU) dalam sektor Transportasi yang telah ditandatangani pada November 2017. Kementerian Perhubungan, yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, menyampaikan bahwa High Level Bilateral Meeting antara Indonesia-Korea belum dapat dilaksanakan tahun ini di Indonesia dikarenakan belum adanya kesesuaian jadwal antara kedua negara.

“Meski pertemuan tingkat tinggi antara kedua negara belum dapat terselenggara tahun ini namun tadi saya sampaikan kalau Indonesia bersedia menjadi tuan rumah pertemuan tersebut pada tahun 2020 mendatang. Indonesia mengundang Korea untuk mengembangkan kerja sama terkait pembangunan infrastuktur perkeretaapian dan Intelligent Transport System (ITS),” jelas Dirjen Budi.

Sebagai informasi, bahwa Indonesia telah memiliki aturan terkait ITS dan telah diterapkan pada Area Traffic Control System (ATCS).

Menanggapi hal tersebut, pihak Korea menyampaikan bahwa akan membantu pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ITS di Indonesia dan tertarik untuk berpartisipasi pada proyek-proyek perkeretaapian termasuk LRT.

“Sementara mengenai pemberian grant dari pihak Korea yaitu untuk perbaikan terminal bus di Indonesia dan sistem manajemen bus, pihak Korea menyampaikan bahwa pemberian grant akan dimulai pada tahun 2020. Untuk itu saya mewakili Pemerintah Indonesia mengucapkan terima kasih, juga meminta kepada pihak Korea untuk menyampaikan pemberitahuan resmi terkait dengan rencana dimulainya pemberian grant tersebut,” jelas Dirjen Budi.

Selain itu dari sektor transportasi udara, mengenai kerja sama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, pihak Korea ingin melakukan pembahasan lebih lanjut terkait Open Skies Agreement.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga menyampaikan permohonan dukungan untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) pada periode 2022-2025. (hs/ptr/ei)
(alf)
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Hapus Monopoli Jasa...
Hapus Monopoli Jasa Kepelabuhanan, Ditjen Hubla Teken Perjanjian Konsesi dengan PT LIS
Persiapkan SDM Unggul,...
Persiapkan SDM Unggul, Kemenhub Kini Punya Program Studi Magister Terapan
Insiden Trigana Air...
Insiden Trigana Air di Bandara Sentani, Kemenhub Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Berita Terkini
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK di Kasus Gratifikasi
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan JPU Lemah: Sidang Tidak Bisa Lagi Dilanjutkan
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved