Selain Finansial, Caketum Golkar Harus Dapat Restu dari 'Pak Lurah'
Senin, 25 November 2019 - 09:55 WIB
Selain Finansial, Caketum Golkar Harus Dapat Restu dari 'Pak Lurah'
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai, cukup sederhana untuk bisa melihat siapa yang akan keluar menjadi pemenang dalam Munas Partai Golkar pada 3-6 Desember nanti.
(Baca juga: Panitia Munas Golkar Mengakomodasi Semua Pihak)
Menurut Ujang, paling tidak hanya ada dua syarat calon Ketua Umum Golkar jika ingin keluar sebagai juara. Pertama, kekuatan finansial. "Siapa yang punya uang segudang dia bisa ungggul. Baik Bamsoet (Bambang Soesatyo) atau pun Airlangga sama-sama kuat secara finansial," ujar Ujang saat dihubungi SINDonews, Senin (25/11/2019).
(Baca juga: Aburizal Meyakini Munas Golkar Bisa Musyawarah Mufakat)
Namun menurut Ujang, ada faktor kedua yang sangat penting dan itu harus didapat oleh kedua calon ketua umum (Caketum) Golkar yaitu adanya 'restu RI-1. "Restu Jokowi atau restu Pak Lurah akan menentukan siapa yang akan menjadi pemenang," katanya.
Ujang mengatakan, meski soal 'restu presiden' tak tampak kasat mata, namun, di setiap penyelenggaran Munas Golkar, restu itu setidaknya modal berharga yang bisa dikapitalisasi ke ruang publik. Sehingga, tak jarang Calon yang mendapat 'restu presidenlah' yang akan keluar sebagai pemenang.
"Soal siapa yang akan mendapatkan restu di antara keduanya, tergantung pada dinamika politik yang berkembang hingga mendekati Munas," tandasnya.
(Baca juga: Panitia Munas Golkar Mengakomodasi Semua Pihak)
Menurut Ujang, paling tidak hanya ada dua syarat calon Ketua Umum Golkar jika ingin keluar sebagai juara. Pertama, kekuatan finansial. "Siapa yang punya uang segudang dia bisa ungggul. Baik Bamsoet (Bambang Soesatyo) atau pun Airlangga sama-sama kuat secara finansial," ujar Ujang saat dihubungi SINDonews, Senin (25/11/2019).
(Baca juga: Aburizal Meyakini Munas Golkar Bisa Musyawarah Mufakat)
Namun menurut Ujang, ada faktor kedua yang sangat penting dan itu harus didapat oleh kedua calon ketua umum (Caketum) Golkar yaitu adanya 'restu RI-1. "Restu Jokowi atau restu Pak Lurah akan menentukan siapa yang akan menjadi pemenang," katanya.
Ujang mengatakan, meski soal 'restu presiden' tak tampak kasat mata, namun, di setiap penyelenggaran Munas Golkar, restu itu setidaknya modal berharga yang bisa dikapitalisasi ke ruang publik. Sehingga, tak jarang Calon yang mendapat 'restu presidenlah' yang akan keluar sebagai pemenang.
"Soal siapa yang akan mendapatkan restu di antara keduanya, tergantung pada dinamika politik yang berkembang hingga mendekati Munas," tandasnya.
(maf)