Kurikulum Pendidikan Harus Selaras Perkembangan Zaman

Senin, 25 November 2019 - 06:20 WIB
Kurikulum Pendidikan...
Kurikulum Pendidikan Harus Selaras Perkembangan Zaman
A A A
JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni mendorong dunia pendidikan untuk selalu meng-update kurikulum sesuai perkembangan zaman agar para lulusannya mampu bersaing dan menciptakan peluang-peluang dari perubahan dunia yang bergerak begitu cepat.

Sahroni menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya sebagai perwakilan mahasiswa pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Inter Studi saat wisuda, Minggu (24/11/2019).

“Kita semua menyadari bahwa dunia begitu cepat berubah. Perubahan ini berdampak pada industri dan lapangan kerja yang akan kita hadapi bersama,” katanya.

Wakil Ketua Komisi Hukum DPR ini lebih jauh merujuk pada laporan terbaru McKinsey and Company yang dirilis September 2019 lalu, dimana diperkirakan 23 juta pekerjaan pada 2030 akan hilang, seiring meningkatnya adopsi otomatisasi dan kecerdasan buatan.

Realitas ini menurutnya akan menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk selalu meng-update kurikulum sesuai perkembangan zaman. Begitu pula menjadi tantangan bagi kita sebagai produk perguruan tinggi.

“Bekal ilmu pengetahuan yang kita peroleh di bangku kuliah akan segera menjadi tidak relevan, apabila kita tidak terus menerus belajar untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Continuous learning atau belajar berkelanjutan adalah keniscayaan bagi kita agar tetap bertahan di tengah perubahan dunia dan persaingan global,” imbuhnya.

Sejalan dengan itu, kampus InterStudi sebagai lingkungan akademik yang telah membekali para lulusannya dengan keilmuan di bidang komunikasi dan kreativitas, tentu juga dituntut mampu bertahan di tengah derasnya perubahan zaman.

“Belajar dan mendengar, dalam pengalaman pribadi saya, adalah kunci agar kita selalu eksis dalam banyak situasi,” tukas Sahroni membagikan pengalaman suksesnya baik di dunia bisnis maupun politik.

Dia kemudian mengingatkan kepada para wisudawan-wisudawati tidak menjadikan selembar ijazah sebagai tanda telah selesai belajar, melainkan sebagai bekal awal untuk terjun dan berkontribusi nyata kepada masyarakat.
(cip)
Berita Terkait
Kunjungi UIN Walisongo,...
Kunjungi UIN Walisongo, Ini Harapan Komisi VIII DPR
Ketimbang Netflix, Lebih...
Ketimbang Netflix, Lebih Bagus Kemendikbud Gandeng Kampus
DPR Desak Kemendikbud...
DPR Desak Kemendikbud Permudah Siswa Masuk Perguruan Tinggi
Pemerintah Dorong Perguruan...
Pemerintah Dorong Perguruan Tinggi Jadi Penggerak Inovasi Nasional
Reaksi M Nasir kepada...
Reaksi M Nasir kepada Salah Satu Direktur BUMN Dinilai Tak Tepat
Peneliti SMRC Nilai...
Peneliti SMRC Nilai Sikap M Nasir Coreng Citra Demokrat di Pilkada
Berita Terkini
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Lulusan Tak Cukup Pintar...
Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi
Boni Hargens: Transformasi...
Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
Infografis
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, Calon Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved