Munas Golkar Diharapkan Tak Lahirkan Partai Baru

Jum'at, 22 November 2019 - 18:36 WIB
Munas Golkar Diharapkan...
Munas Golkar Diharapkan Tak Lahirkan Partai Baru
A A A
JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar pada 3-6 Desember di Jakarta nanti diharapkan tidak melahirkan partai politik baru. Diketahui, Partai Golkar selama ini telah melahirkan beberapa partai, seperti Nasdem, Gerindra, Hanura dan Berkarya.

"Sebagaimana kita ketahui, setiap kita melakukan itu, kemudian terpecahkan, dan kemudian muncul partai baru. Selalu begitu. Mudah-mudahan Munas yang akan datang ini kita tidak memunculkan partai baru," ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Happy Bone Zulkarnain dalam acara diskusi Bertajuk Golkar Menyongsong Regenerasi Bangsa di Jenggala Center, Jalan Erlangga V Nomor 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (22/21/2019).

Dia sepakat bahwa untuk Pilpres 2024 mendatang, Partai Golkar harus berani mendorong kader sendiri sebagai calon presiden. "Tetapi ini barangkali di internal kita harus benar-benar kita berdebat panjang," katanya.

Sementara itu, Politikus Senior Partai Golkar Andi Mattalatta mengatakan bahwa setiap partai politik harus menumbuhkan demokratisasi di internalnya jika ingin menjadi institusi politik yang dipercaya oleh rakyat.

"Jadi, saya tidak mengkritik siapa-siapa ya, di dalam pemerintahan Presiden hanya dua kali, apa partai boleh seterusnya? Karena partai politik itu, dia sudah menjadi mekanisme kenegaraan, bahkan secara radikal, kalau saya berpikir, ada bagusnya kalau kita membuat Undang-Undang partai politik dan partai politik itu kita baptis dia sebagai lembaga publik," ujar Andi dalam kesempatan sama.

Artinya, lanjut dia, semua aturan keuangan internal partai bisa dikontrol oleh masyarakat. "Karena apa, dia mengemban kewenangan publik. Sehingga pengelolaan keuangannya diaudit," ungkapnya.

Di samping itu, menurut dia, partai politik harus memperbaiki sistem keanggotaannya jika ingin menjadi institusi politik yang dipercaya oleh rakyat. "Jangan seenaknya baru pensiun dari tentara langsung tiba-tiba masuk, baru pensiun dari TNI tiba-tiba masuk, karena dia bagian dari mekanisme kenegaraan, dia bukan institusi pribadi," ujarnya.
(pur)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved