PPP Tegaskan Tak Ada Dualisme Kepemimpinan

Selasa, 19 November 2019 - 18:32 WIB
PPP Tegaskan Tak Ada...
PPP Tegaskan Tak Ada Dualisme Kepemimpinan
A A A
JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 14-15 Desember 2019 mendatang, DPP PPP menegaskan tidak ada lagi dualisme kepemimpinan di tubuh Partai Kakbah.

Wakil Sekjen DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan, kepengurusan DPP PPP hanya satu, yakni yang tercatat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di bawah Plt Ketua Umum Suharso Monoarfa dan Sekjen Arsul Sani, serta tercatat sebagai peserta Pemilu 2019 lalu.

”Kami luruskan, kepengurusan di PPP itu satu, tidak ada yang lain. Benar yang dikatakan senior kami Pak Muqowam bahwa kepengurusan DPP PPP itu satu, DPP PPP yang disahkan oleh SK Menkumham dan menang di proses pengadilan sampai tingkat terakhir, dan ikut proses pemilu. Siapa itu, ya bisa dilihat yang kemarin ikut Pemilu itulah yang sah,” tutur Baidowi di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Politikus yang akrab disapa Awiek ini menuturkan, Mukernas pada Desember mendatang pun akan dilaksanakan DPP PPP yang dipimpin Plt Ketum Suharso Manoarfa, dan Arsul Sani selaku sekjen. ”Tidak ada DPP yang lain termasuk turunannya ke bawah,” urainya.

Awiek yang juga menjadi Ketua Panitia Mukernas DPP PPP menegaskan, jika saat ini ada yang mengatakan polemik kepengurusan di DPP PPP belum selesai, hal itu hanya klaim dari beberapa oknum saja.

”Tapi kan kita lihat, Humprey Djemat sudah bertemu Pak Suharso dua kali, itu kan tanda-tanda. Soal kebersamaan kan tidak harus menghidupkan barang yang sudah enggak ada. Tapi oknum-oknumnya kita rangkul. Seperti Pak Suharso bertemu Pak Humprey,” urainya.

Karena itu, pelaksana Muktamar adalah DPP yang sah berdasarkan hukum, termasuk DPW, DPC dan sampai ke bawah. ”Buktinya apa? Ya yang ikut pemilu siapa, yang fraksi di DPR siapa, yang jadi menteri siapa? Begitu saja melihatnya. Kalau orang mengaku-ngaku sebagai DPP, sekjen, enggak usah heran. Di zaman Nabi saja ada nabi palsu, apalagi sekjen. Jadi tidak ada lagi (perpecahan). Dualisme sudah selesai,” tegasnya.

Awiek menyebut pertemuan Suharso dengan Humprey telah sepakat bahwa tidak ada keterbelahan lagi. ”PPP harus diselamatkan. Jangan (bicara) kesepakatan, mereka bertemu saja itu sudah kemajuan luar biasa besar. Yang selama ini dianggap tidak bisa bertemu, ternyata bisa bertemu,” urainya.
(cip)
Berita Terkait
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
Berita Terkini
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved