Ai Nurhidayat Bangun Kebhinekaan lewat Kelas Multikultural

Sabtu, 16 November 2019 - 11:14 WIB
Ai Nurhidayat Bangun...
Ai Nurhidayat Bangun Kebhinekaan lewat Kelas Multikultural
A A A
AI Nurhidayat memiliki cita-cita luhur yang patut diapresiasi, yakni mengenalkan keberagaman Indonesia lewat pendidikan. Dia bersama kawan-kawannya membangun kelas multikultural di SMK Bakti Parigi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Saat ini, ketika semua orang membicarakan upaya menjaga kebhinekaan, Ai justru telah mempraktikkan konsep keberagaman itu melalui pendirian kelas multikultural di SMK Bakti Karya Parigi yang dibangun pada 2016. Baik itu dari proses perekrutan siswa, kurikulum, pendekatan budaya, hingga suasana belajar.

Ketua Yayasan Darma Bakti Karya yang menaungi SMK tersebut mengaku heran ketika dia mengajak beberapa rekannya dari Papua untuk bermain ke Pangandaran. Sebab, warga lokal terpukau dan antusias sekali berkenalan dan mengobrol dengan rekan-rekan dari Papua tersebut. Ini menunjukkan masih minimnya pengetahuan warga di kampungnya terhadap budaya luar.

“Di titik ini saya baru mikir, kita sama-sama tahu Bhineka Tunggal Ika, tahu Pancasila dan NKRI, serta juga tahu ada Papua. Tapi, kita sebatas tahu, belum mengalami interaksi dengan orang Papua,” ungkapnya.

Ai kemudian memiliki ide brilian memperkenalkan keberagaman Indonesia baik dari suku hingga budayanya melalui sekolah. Dia merekrut tidak hanya anak-anak dari Papua, namun juga dari daerah konflik untuk gabung ke sekolahnya. Ai tidak menyeleksi siswanya dari klasifikasi ekonomi atau prestasi. Tapi dia hanya ingin anak itu komitmen menyelesaikan sekolahnya selama tiga tahun di Pangandaran.

Para siswa yang direkrut inilah yang akan menjadi duta budaya dari daerah mereka. Ai mengatakan, daripada membuang uang banyak mendatangi semua daerah, lebih baik menjemput dan menyekolahkan mereka semua dalam satu sekolah.

“Konsepnya itu jangan sampai kita asing di negeri sendiri dengan sesama. Siswa pun akan toleran karena mereka menggali dan dan adaptasi satu sama lain. Hubungan pun akan terlihat dinamis karena keberagaman ini bertemu dan dirasakan (langsung) oleh mereka,” ujarnya.

Ai membuka kelas multikultural ini sejak 2016, dan hingga saat ini sudah ada 105 siswa dari empat angkatan yang telah menimba ilmu di sana. Tercatat ada 25 suku dari 20 provinsi yang sudah bergabung. Mereka semua mendapat beasiswa penuh selama tiga tahun. Mulai dari tiket pesawat, asrama, hingga makan dan minum. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Panja RUU Polri Sepakati...
Panja RUU Polri Sepakati Usia Pensiun Polisi, Jenderal Bintang 4 Bisa 61 Tahun
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved