Larang Istri Campuri Urusan Internal untuk Jaga Integritas Polri

Minggu, 03 November 2019 - 15:01 WIB
Larang Istri Campuri...
Larang Istri Campuri Urusan Internal untuk Jaga Integritas Polri
A A A
JAKARTA - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) meminta semua pihak tidak mempolitisir penyataan Kapolri Jenderal Idham Azis yang menyampaikan komitmennya kepada keluarga agar istri cukup mengurusi dapur, sumur, dan kasur.

Jangan sekali-kali mengurusi urusan internal Polri demi menjaga profesionalisme di mata masyarakat. Komitmen Kapolri itu disampaikannya agar istri sebagai bagian dari keluarga tidak ikut campur mengurusi Polri, karena pangkatnya bisa melebihi Kapolri yakni bintang 'empat setengah'.

Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan menilai maksud pernyataan Kapolri itu baik yaitu ingin Polri bekerja profesional dan kepercayaan masyarakat semaikin baik. Untuk itu, mantan anggota Kompolnas ini berharap pernyataan Kapolri janganlah dipolitisir.

"Justru mari kita mendukung Kapolri agar kinerjanya semakin baik. Komitmen Kapolri jelas, menginginkan Polri bersih dan tidak ada intervensi dari pihak manapun, termasuk dari keluarga sendiri," kata Edi Hasibuan, Minggu (3/11/2019).

Selama ini, hasil pengamatan dan penelitian Lemkapi, ada saja pihak tertentu yang memiliki niat jahat berusaha mendekati Kapolri, tapi gagal. Karena susah, ada yang berusaha dan mencoba-coba lewat keluarga.

"Kami melihat Kapolri baru memberikan pesan kepada pihak luar, jangan mencoba-coba intervensi lewat keluarga, karena itu pasti tidak akan berhasil," tukasnya.

Kapolri melarang keluarganya ikut campur mengurusi internal Polri dengan tujuan agar Polri bersih dan profesionalisme serta integritasnya sebagai Kapolri terjaga dengan baik.

"Jadi sekali lagi tidak ada maksud Kapolri melecehkan wanita. Kapolri berkomitmen menjaga Polri bekerja baik dan semakin Promoter agar semakin dipercaya masyarakat," ungkap pakar hukum kepolisian dari Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Oleh karena itu lanjut Edi, komitmen Kapolri itu tentu saja perlu diapresiasi. "Jadi pandangan kami, Kapolri tidak ada sama sekali maksud mendiskriminasi perempuan. Kami yakin Kapolri sangat menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak perempuan," tutup doktor ilmu hukum ini.
(maf)
Berita Terkait
Pemeriksaan Kesehatan...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-79 Polri saat CFD Jakarta
Seleksi Penerimaan Anggota...
Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Pontianak
Rapat Perdana Komisi...
Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri
Mutasi Polri, Brigjen...
Mutasi Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo Ditunjuk Jadi Kadiv Propam
Begini Suasana Pengamanan...
Begini Suasana Pengamanan Mabes Polri Pasca Penyerangan Teroris
Profil Irjen Pol Ramdani...
Profil Irjen Pol Ramdani Hidayat, Alumni Akpol 1990 yang Jabat Dankor Brimob
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved