Mendagri Jajaki Penambahan Provinsi di Papua

Selasa, 29 Oktober 2019 - 19:02 WIB
Mendagri Jajaki Penambahan...
Mendagri Jajaki Penambahan Provinsi di Papua
A A A
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mulai mengkaji penambahan provinsi baru di Papua. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pada dasarnya pemekaran masih dilakukan moratorium. Namun untuk Papua akan ditindaklanjuti karena faktor kekhususan.

“Jadi pemekaran itu prinsipnya Pak Presiden sampaikan moratorium. Tapi mungkin akan ditindaklanjuti karena ada aspirasi dan kekhususan di Papua,” katanya di Kantor Kemendagri, Selasa (29/10/2019)

Tito mengatakan salah satu calon provinsi yang sudah siap adalah Provinsi Papua Selatan. Namun hanya kurang menambah satu kabupaten/kota, karena syarat pemekaran minimal lima kabupaten/kota.

“Tinggal pemekaran Kota Merauke karena harus lima. Sementara (sekarang) baru empat (kabupaten/kota) Mapi, Bopendigul, Asmat, Merauke. Kalau ada Kota Merauke maka oke. Papua Selatan hampir engga ada masalah. Termasuk gubernurnya Pak Lukas Enembe engga masalah,” ungkapnya.

Sementara untuk Papua bagian Tengah masih ada dua aspirasi soal pemekaran yakni dari Mepago dan Lapago. Dimana Mepago terletak di Paniai, sementara Lepago di Wamena Jayawijaya.

“Dari para pimpinan di Lapago, maunya ada Provinsi Pegunungan Tengah berpusat di Jayawijaya, Wamena. Sementara ada beberapa bupati lagi menghendaki namanya Provinsi Papua Tengah, bukan Pegunungan Tengah. Papua Tengah meliputi Timika, daerah Mepago, sama daerah Nabire. itu pusatnya adanya di Timika,” ungkapnya.

Lalu untuk Papua bagian Atas ada dua aspirasi yakni provinsi dengan wilayah Tabi terdiri atas Jayapura, Sarni, Kerom, dan sekitaranya. Sementara usulan lainnya ada di wilayah Sarere terdiri atas Biak, Serui, Waropen.

Mantan Kapolri ini masih mempertanyakan apakah dua aspirasi ini bisa jadikan satu atau tidak. “Yang jadi program sekarang adalah ini yang sisanya di (Papua bagian) Tengah dan Atas. Apakah mungkin ini bisa dibuat 2 provinsi,” ungkapnya.

Menurutnya jika memungkinkan cukup dimekarkan menjadi tiga provinsi. Namun tentunya harus ada kesepakatan dari Papua sendiri. Jika disepekati, Tito mengatakan akan mem-follow up.

“Tapi kalau seandainya belum sepakat, kalau yang selatan enggak masalah, sudah. Yang Tengah dan Atas ini yang masih tarik-menarik. Apakah aspirasinya dari Papua Tengah ini mau engga sementara dijadikan satu dulu, namanya Papua Pegunungan Tengah. Kalau memang itu disepakati, yang di utara disepakati. Berarti nambahnya dua,” katanya.
(cip)
Berita Terkait
Soal Pemekaran Papua,...
Soal Pemekaran Papua, Yorrys Ungkap Pentingnya Komunikasi dan Dialog
Tokoh Papua Sebut DOB...
Tokoh Papua Sebut DOB Rahmat Tuhan yang Disebut dalam Alkitab
Kemendagri Sebut Pemekaran...
Kemendagri Sebut Pemekaran Papua Beri Ruang Masyarakat Lokal
Mendagri Larang Kepala...
Mendagri Larang Kepala Daerah Bikin Kebijakan yang Konflik Kepentingan
Ajukan 3 Daerah Otonomi...
Ajukan 3 Daerah Otonomi Baru, Ridwan Kamil: Papua Boleh Dimekarkan, Masa Jabar Tidak
Ada 314 Usulan Pemekaran,...
Ada 314 Usulan Pemekaran, Kemendagri: Kita Masih Moratorium
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved