Cegah Aksi Terorisme, Masyarakat Diminta Tak 'Cuek' dengan Lingkungan

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 23:28 WIB
Cegah Aksi Terorisme, Masyarakat Diminta Tak Cuek dengan Lingkungan
Cegah Aksi Terorisme, Masyarakat Diminta Tak 'Cuek' dengan Lingkungan
A A A
JAKARTA - Penyebaran paham radikal terorisme dinilai mengkhawatirkan. Kasus terakhir adalah penyerangan terhadap Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto di Pandeglang, Banten, belum lama ini.

Radikalisme mudah subur dan menjangkiti siapapun. Benih-benih ini jika dibiarkan tumbuh akan menjadi bom waktu munculnya aksi kekerasan dan terorisme.

Mencegah terorisme dinilai harus dimulai dengan melawan radikalisme dari hulu masalahnya. Butuh upaya serius tidak hanya kebijakan parsial dan reaktif, tetapi kebijakan yang mampu menyentuh akar radikalisme di Indonesia.

Menurut pengamat intelijen dan terorisme, Wawan Hari Purwanto, masyarakat harus selalu terus diingatkan agar memiliki kepekaan untuk bisa mencegah dan melakukan deteksi dini terhadap tumbuhnya paham-paham radikal di tengah masyarakat.

“Teroris itu kan berbaur di tengah masyarakat, jadi sikap kritis perlu ditumbuhkan agar masyarakat tidak menelan mentah informasi perlu tabayyun dulu. Sikap taklid tanpa cross-check bisa membuat mereka percaya membabi buta. Ini yang harus diluruskan dengan dialog dan kajian serta komunikasi antara pejabat, tokoh serta ulama dengan masyarakat agar terhindar terjadinya miskomunikasi,” tutur Wawan di Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Dia mengatakan, pemerintah juga perlu terus melakukan komunikasi dengan masyarakat dengan memperbanyak program deradikalisasi. Tujuannya untuk membangun kesadaran publik akan bahayanya paham radikal terorisme tersebut.

“Pemerintah harus dekat dengan rakyat, termasuk pemerintah daerah. Harus ada program kerja yang menyentuh kekosongan, baik kekosongan isi kepala, isi hati dan isi perut secara linier dapat diupayakan secara simultan. Jangan sampai mereka beranggapan bahwa mereka didekati hanya saat diperlukan saja,” tuturnya.

Dia berpendapat selama ini masyarakat bersikap acuh tak acuh dengan kondisi di lingkungan sekitar karena belum terkena dampak dari aksi terorisme secara langsung.

Oleh karena itu, sambung dia, perlu adanya upaya untuk membangun kesadaran masyarakat ini.

“Jika mereka terkena langsung, biasanya lantas baru tersadar akan perlunya deteksi dini dan cegah dini. Kita perlu berikan pemahaman secara berkelanjutan dan kita ajak bicara terus agar mereka punya rasa simpati, empati dan partisipasi dalam penanggulangan terorisme,” ujar Wawan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1365 seconds (11.97#12.26)