PBNU Tegaskan Penanganan Radikalisme Harus Proporsional

Jum'at, 18 Oktober 2019 - 17:34 WIB
PBNU Tegaskan Penanganan...
PBNU Tegaskan Penanganan Radikalisme Harus Proporsional
A A A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masduki Baidhowi menegaskan negara perlu lebih proporsional dalam menangani radikalisme.

Penanganan yang tepat diperlukan persoalan radikalisme berkurang. “Bagaimana keseimbangan dalam penanganan di tingkat hulu dan penanganan di tingkat hilir. Karena, kalau hanya di tingkat hilir di tangani, sementara di tingkat hulunya keruh, ya akan tetap keruh ke tingkat hilir. Penanganan di hulu itu agak lama tetapi memang tidak ada yang mudah menagani persoalan persoalan terkait radikalisme itu,” tutur Masduki, Kamis 17 Oktober 2019 malam.

Dia mengingatkan fungsi literasi yang harus dimiliki oleh media mainstream dan media sosial. Fungsi tersebut dinilainya sangat penting dalam memberi pemahaman kepada publik.

Menurut Masduki, literasi sosial media penting untuk memerangi fabrikasi hoaks, terutama penanganan di tingkat hulu.

Pemerintah juga diingatkan untuk fokus menangani literasi medsos. Caranya, bekerja sama dengan para pemangku kepentingan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI).
(dam)
Berita Terkait
5 Dampak Buruk Korban...
5 Dampak Buruk Korban KDRT, Berkaca Kasus yang Dokter Qory
Cegah Tindakan Kekerasan...
Cegah Tindakan Kekerasan Lewat Pendidikan Perdamaian
Perlu Sanksi Sosial...
Perlu Sanksi Sosial bagi Pelaku Kekerasan dalam Rumah Tangga
Kemlu Desak Tindakan...
Kemlu Desak Tindakan Kekerasan di Konflik Israel-Palestina Segera Dihentikan
Di Dewan HAM, RI Serukan...
Di Dewan HAM, RI Serukan Tindakan Tegas Terhadap Aksi Kekerasan Rasial
Komnas HAM: Temukan...
Komnas HAM: Temukan Fakta Ada Tindakan Kekerasan Terhadap Warga Desa Wadas
Berita Terkini
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved