Ternyata Ini Jurus Jitu KPK dalam Melancarkan OTT

Selasa, 15 Oktober 2019 - 16:51 WIB
Ternyata Ini Jurus Jitu...
Ternyata Ini Jurus Jitu KPK dalam Melancarkan OTT
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebutkan, KPK dapat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) karena adanya laporan dari masyarakat. Dia menyebut, biasanya laporan akurat berasal dari orang terdekat seorang pejabat.

"Saya di banyak kesempatan menyampaikan berkali-kali bahwa laporan itu yang paling akurat datang dari orang terdekat yang dilaporkan," kata Agus Rahardjo di Hotel Grand Paragon, Selasa (15/10/2019).

(Baca juga: KPK Harap Calon Menteri Jokowi Jilid II Punya Semangat Antikorupsi)

Agus mengatakan, jika yang dilaporkan seorang kepala daerah maka biasanya pelapornya adalah jajarannya. Seperti Sekretaris daerah, kepala bappeda, ataupun kepala dinas.

"Biasanya kalau orang-orang ini lapor pasti akurat, mereka bawa barang bukti. Ini yang membuat pelaksanaan OTT lebih lancar. Karena mereka memang melaporkan dengan bukti cukup kuat," ungkapnya.

(Baca juga: Tingkatkan Efektivitas Kinerja, DPR Disarankan Tambah Jumlah Komisi)

Pada kesempatan itu, Agus sempat menyinggung soal OTT yang dilakukan terhadap Bupati Indramayu Supendi. Dia mengatakan, saat ini KPK masih mendalami apakah akan diproses lebih lanjut atau dibebsakan.

"Selalu begitu. Kami sudah bawa ke KPK, kami ada waktu 24 jam apakah yang bersangkutan masuk proses hukum atau dilepaskan. Yang kami bawa ke KPK tadi 5 orang. Tiga orang dalam perjalanan Indramayu ke Jakarta. Kami akan umumkan terhadap 8 orang ini statusnya speerti apa," ungkapnya.

(Baca juga: 30 Ribu Personel TNI-Polri Disiagakan di Acara Pelantikan Presiden)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berharap, pada kabinet mendatang tak ada lagi pejabat daerah yang terkena OTT. Dia mengatakan, dalam limna tahun ini sudah cukup banyak pejabat daerah yang terkena OTT.

"119 kepala daerah selama 5 tahun cukup banyak. Belum anggota DPRDnya kayak Malang hampir semua anggota DPRD. Ada di Sumatera Utara, ada di Jambi," ujar Tjahjo Kumolo.

"Itu melibatkan ribuan anggota DPRD provinsi, kabupaten/kota. Termasuk teman-teman kita SKPD khususnya di dinas PUPR, dinas kesehatan. Dan hal-hal lain yang menyangkut air minum yang sekarang dalam proses oleh KPK," sambungnya.

Terkait dengan OTT Bupati Indramayu, Tjahjo kembali menyatakan keprihatinannya. "Ya kami tetep prihatin. Ya itu aja," jelasnya.
(maf)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved