Video Mega 'Cuekin' Paloh Dinilai Berebut Pengaruh di Internal Koalisi Jokowi
Kamis, 03 Oktober 2019 - 07:49 WIB
Video Mega 'Cuekin' Paloh Dinilai Berebut Pengaruh di Internal Koalisi Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Beredar video Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang terkesan 'cuek' dan enggan bersalaman dengan Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh sempat viral dan menjadi buah bibir di masyarakat.
Banyak pihak yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan kemungkinan keretakan hubungan dua pimpinan partai di internal anggota koalisi Jokowi-KH. Ma'ruf Amin.
Direktur Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menduga, aksi kedua tokoh politik yang terekam kamera itu karena adanya persaingan di antara keduanya.
"Bisa saja sedang persaingan berebut pengaruh dilingkaran internal koalisi Jokowi," ujar Ujang saat dihubungi Sindonews, Kamis (3/10/2019).
Ujang tak bisa memungkiri bahwa keduanya merupakan tokoh sentral di lingkaran koalisi Jokowi. Sehingga kemungkinan masing-masing di antara keduanya ingin memiliki pengaruh yang dominan di lingkaran Jokowi bisa saja terjadi.
Menurut Ujang, sejatinya semua tokoh publik, siapapun dia, kurang baik jika terlihat di mata publik sedang berkonflik. Silahkan bersitegang, namun ketika dilihat publik seharusnya nampak harmomis.
"Pemimpin itu harus memberi contoh. Jadi apa yang dikatakan dan dilakukan akan dinilai oleh publik. Bahkan bisa juga diikuti publik," tandasnya.
Banyak pihak yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan kemungkinan keretakan hubungan dua pimpinan partai di internal anggota koalisi Jokowi-KH. Ma'ruf Amin.
Direktur Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menduga, aksi kedua tokoh politik yang terekam kamera itu karena adanya persaingan di antara keduanya.
"Bisa saja sedang persaingan berebut pengaruh dilingkaran internal koalisi Jokowi," ujar Ujang saat dihubungi Sindonews, Kamis (3/10/2019).
Ujang tak bisa memungkiri bahwa keduanya merupakan tokoh sentral di lingkaran koalisi Jokowi. Sehingga kemungkinan masing-masing di antara keduanya ingin memiliki pengaruh yang dominan di lingkaran Jokowi bisa saja terjadi.
Menurut Ujang, sejatinya semua tokoh publik, siapapun dia, kurang baik jika terlihat di mata publik sedang berkonflik. Silahkan bersitegang, namun ketika dilihat publik seharusnya nampak harmomis.
"Pemimpin itu harus memberi contoh. Jadi apa yang dikatakan dan dilakukan akan dinilai oleh publik. Bahkan bisa juga diikuti publik," tandasnya.
(pur)