Parlemen Baru Diharapkan Benar-benar Jadi Saluran Aspirasi Rakyat

Rabu, 02 Oktober 2019 - 10:46 WIB
Parlemen Baru Diharapkan...
Parlemen Baru Diharapkan Benar-benar Jadi Saluran Aspirasi Rakyat
A A A
JAKARTA - Peneliti Formappi, Lucius Karus menganggap, pekerjaan rumah utama yang harus dilakukan oleh DPR baru setelah dilantik kemarin adalah mengembalikan kepercayaan publik.

Puan Maharani yang terpilih sebagai Ketua DPR dan La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua DPD serta calon Ketua MPR yang akan ditentukan hari ini dituntut bisa mengembalikan kepercayaan publik.

(Baca juga: PR Utama DPR Mengembalikan Kepercayaan Publik)

Menurut Lucius, di bidang legislasi, selain menyikapi UU KPK, yang perlu diperlihatkan tiga nahkoda baru Parlemen untuk mengembalikan kepercayaan publik juga harus dibuktikan dalam proses pembahasan beberapa RUU Kontroversial dari periode sebelumnya.

"Uji publik yang tak maksimal dilakukan sebelumnya harus dilakukan secara sungguh-sungguh oleh DPR baru. Jangan bikin uji publik sekadar formalitas saja," kata Lucius di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Lucius menilai, kepercayaan publik akan pulih jika pada isu-isu krusial terkait RUU kontroversial, DPR dan pimpinan parlemen baru mampu melibatkan partisipasi luas masyarakat dan menjadikan masukan publik sebagai pertimbangan utama penyusunan legislasi.

"Rakyat atau publik jangan hanya ditipu oleh basa-basi seremoni sosialisasi seperti selama ini," ujar dia.

Selain kualitas legislasi, kata Lucius, Parlemen juga punya beban kerja dalam bidang Pengawasan. Khusus di DPR, makin gemuknya koalisi pendukung pemerintah hanya baik untuk kepentingan menjaga stabilitas pemerintahan. Namun, koalisi gemuk ini punya potensi melemahkan fungsi kontrol parlemen menjadi sebagai alat stempel untuk pemerintah saja.

Katanya, Potensi parlemen baru menjadi tukang stempel makin terbuka jika DPR sebagai lembaga mengabaikan peran mereka sebagai kekuatan penyeimbang atas eksekutif. Bagaimana DPR baru bisa mencegah pelemahan parlemen seperti ini.

"Tentu saja kunci utama agar parlemen bisa menjadi kekuatan penyeimbang adalah dengan mendekatkan diri kepada rakyat dan menjadi saluran untuk aspirasi warga yang luput dalam kebijakan pemerintah," tutur dia.

"Jika DPR menjadi pendamping lidah rakyat, maka mereka bisa punya alasan untjk tetap kritis pada pemerintah sekalipun mereka merupakan bagian dari koalisi partai pendukung pemerintah," imbuhnya.

Selain itu, fungsi anggaran juga menyediakan tugas buat baru buat Politisi di Senayan khususnya DPR. Di sini bagaimana memastikan anggaran tepat sasaran untuk kepentingan luas.

Tentu saja yang paling mendesak dari tugas ini adalah memastikan DPR sendiri tidak justru memanfaatkan kekuasaan budgeting mereka justru untuk menyunat anggaran yang dialokasikan untuk rakyat.

Dia menganggap, fungsi anggaran selama ini selalu dikotori dengan perilaku koruptif beberapa anggota DPR. Ini tentu saja masih sangat mungkin terjadi apalagi tuntutan akan uang banyak ini merupakan kebutuhan riil anggota dan juga parpol.

"Oleh karena itu, parlemen baru perlu membangun sistem yang memungkinkan pembahasan anggaran tidak lagi jadi bancakan koruptor ataupun parpol," ujarnya.

Ditegaskan Lucius, cukup sudah DPR menjadi ladang subur untuk bersemainya perilaku korupsi. Mengingat hampir sektor legislator ini sudah menjadi 'pesakitan hukum' karena budaya koruptif. Sehingga, ke depan budaya transparan dan akuntabel itu mesti bisa diaplikasikan melalui aksi yang nyata agar bisa dipercaya publik.

Selanjutnya, tuntutan akan parlemen yang modern dan kuat itu menjadi tugas bersama anggota DPR baru. Karenanya sejak awal anggota DPR harus sudah terbiasa menggunakan kemajuan teknologi informasi untuk mendekatkan diri kepada rakyat.

"Kekuatan parlemen modern bukan pada semakin canggihnya perangkat teknologi tetapi pada kualitas penggunaan teknologi untuk menjadikan DPR semakin dekat dengan rakyat yang diwakili," ujar Lucius menandaskan.
(maf)
Berita Terkait
Pimpinan MPR: Perppu...
Pimpinan MPR: Perppu 1/2020 Sebaiknya Ditolak DPR
Sah! 732 Anggota MPR...
Sah! 732 Anggota MPR Periode 2024-2029 Resmi Dilantik
Sidang Tahunan MPR Digelar...
Sidang Tahunan MPR Digelar Hari Ini, Begini Susunan Acaranya
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
Ketua Kelompok DPD di...
Ketua Kelompok DPD di MPR M Syukur Dukung Gagasan DPD Diatur dalam UU Tersendiri
Usia 23 Tahun, Putri...
Usia 23 Tahun, Putri Desmond Mahesa Jadi Anggota DPR 2024-2029 Termuda
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved