Lemkapi Nilai Mutasi Tiga Kapolda Hal Biasa dalam Organisasi Polri
Sabtu, 28 September 2019 - 08:30 WIB
Lemkapi Nilai Mutasi Tiga Kapolda Hal Biasa dalam Organisasi Polri
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menilai mutasi tiga kapolda yakni Kapolda Riau, Kapolda Sultra dan Kapolda Papua adalah mutasi biasa dalam organisasi Polri.
"Kami berpendapat itu adalah bagian dari tour of duty dan tour of area. Untuk penyegaran dan promosi dalam peningkatan performa menuju Polri promoter yang semakin baik," ujar Direktur Eksekutif Lemkapi Dr Edi Hasibuan di Jakarta, Sabtu (28/9/2019).
Menurut mantan anggota Kompolnas ini, Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo berdasarkan hasil pemantauan dirinya selama menjabat setahun cukup dekat dengan masyrakat dan tokoh agama di wilayah Riau. Selain itu, mantan wakapolda Jatim itu juga memiliki berbagai prestasi selama memimpin Polda Riau dan berhasil meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhdp Polri semakin baik.
"Melihat situasi politik belakangan ini semakin kompleks dibutuhkan figur berlatar belakang intelijen untuk menduduki jabatan strategis di BIN. Maka ditariklah Widodo dari Riau," jelasnya.
Begitu juga dengan Brigjen Iriyanto yang menjabat Kapolda Sultra dan Irjen Rudof Alberth Rodja menjabat Kapolda Papua. Menurutnya, kedua jenderal ini sudah cukup lama menjabat dan selama menjabat memiliki prestasi besar.
"Keduanya kini dibutuhkan Pimpinan Polri menempati posisi lainnya. Catatan kami Pak Iriyanto memiliki latar belakang di pengawasan internal dan kini dipromosikan memperkuat Irwasum Polri," ucap Edi.
"Kami berpendapat itu adalah bagian dari tour of duty dan tour of area. Untuk penyegaran dan promosi dalam peningkatan performa menuju Polri promoter yang semakin baik," ujar Direktur Eksekutif Lemkapi Dr Edi Hasibuan di Jakarta, Sabtu (28/9/2019).
Menurut mantan anggota Kompolnas ini, Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo berdasarkan hasil pemantauan dirinya selama menjabat setahun cukup dekat dengan masyrakat dan tokoh agama di wilayah Riau. Selain itu, mantan wakapolda Jatim itu juga memiliki berbagai prestasi selama memimpin Polda Riau dan berhasil meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhdp Polri semakin baik.
"Melihat situasi politik belakangan ini semakin kompleks dibutuhkan figur berlatar belakang intelijen untuk menduduki jabatan strategis di BIN. Maka ditariklah Widodo dari Riau," jelasnya.
Begitu juga dengan Brigjen Iriyanto yang menjabat Kapolda Sultra dan Irjen Rudof Alberth Rodja menjabat Kapolda Papua. Menurutnya, kedua jenderal ini sudah cukup lama menjabat dan selama menjabat memiliki prestasi besar.
"Keduanya kini dibutuhkan Pimpinan Polri menempati posisi lainnya. Catatan kami Pak Iriyanto memiliki latar belakang di pengawasan internal dan kini dipromosikan memperkuat Irwasum Polri," ucap Edi.
(kri)