Ketua DPR Minta Aparat dan Demonstran Saling Menahan Diri
Rabu, 25 September 2019 - 17:34 WIB
Ketua DPR Minta Aparat dan Demonstran Saling Menahan Diri
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPR menyayangkan kekerasan yang terjadi dalam aksi demo Selasa (24/9) siang hingga dini hari tadi yang menyebabkan banyak korban berjatuhan baik dari pihak mahasiswa, maupun aparat kepolisian yang kini masih mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Jakarta.
Oleh karena itu, Ketua DPR Bambang soesatyo mengimbau agar baik aparat yang mengamankan demonstrasi maupun mahasiswa yang berdemo untuk sama-sama menahan diri untuk tidak melakukan tindakan kekerasan apalagi anarkis.
“Barusan saya dari rumah sakit, Faisal alhamdulillah kondisi membalik walaupun belum stabil sudah ada tindakan operasi ada pendarahan di kepala. Mahasiswa ini adalah adik-adil saya dari Satma kesatuan mahasiswa Pemuda Pancasila, mahasiwa Al Azhar. Saya tadi barusan saja membesuk beliau. Dari situ saya membesuk juga korban dari aparat di Kramat Jati ada yang parah juga luka di kepala baru juga selesai dioperasi,” ujar pria yang akran disapa Bamsoet di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/9/2019).
Terkait siapa yang melakukan perbuatan itu, Bamsoet enggan berkomentar karena belum ada hasil penyelidikan. Yang jelas, dia meminta kepolisian mengusut siapa yang melakukan tindakan kekerasan terhadap Faisal dan demonstran lainnya. Dia sendiri enggan menduga-duga ataupun berprasangka atas insiden tersebut.
“Kita tidak boleh berprasangka kita serahkan aparat kepolisian untuk menyelidiki lihat dari saksi-saksi, CCTV yang ada kalau memang ada kamera di situ,” pinta Politikus Golkar itu.
Bamsoet menuturkan, bukan hanya mahasiswa, aparat juga terkena serangan, aparat pun terkena pukulan. Ada yang sampai dioperasi di bagian hidung karena terkena lemparam batu bata. Jadi intinya, ada serangan fisik dari kedua arah.
“Sama lah karena fisik ketemu fisik,” imbuhnya.
Karena itu, ia mengimbau kepada seluruh aparat keamanan dan juga mahasiswa untuk menahan diri. Mahasiswa jangan sampai terkena provokasi atau bahkan menari di gendang orang lain. Sampaikan aspirasi secara baik dan jangan mudah terpancing provokasi karena dia mendengar informasi bahwa banyak yang menunggangi aksi tersebut.
“Saya mendengar dari kawan-kawan wartawan yang nge post di DPR melihat di depan sana penampilan bukan seperti mahasiswa melakukan provokasi. Benar tidaknya kami persilakan pihak kepolisian melakukan pengusutan,” tandasnya.
Oleh karena itu, Ketua DPR Bambang soesatyo mengimbau agar baik aparat yang mengamankan demonstrasi maupun mahasiswa yang berdemo untuk sama-sama menahan diri untuk tidak melakukan tindakan kekerasan apalagi anarkis.
“Barusan saya dari rumah sakit, Faisal alhamdulillah kondisi membalik walaupun belum stabil sudah ada tindakan operasi ada pendarahan di kepala. Mahasiswa ini adalah adik-adil saya dari Satma kesatuan mahasiswa Pemuda Pancasila, mahasiwa Al Azhar. Saya tadi barusan saja membesuk beliau. Dari situ saya membesuk juga korban dari aparat di Kramat Jati ada yang parah juga luka di kepala baru juga selesai dioperasi,” ujar pria yang akran disapa Bamsoet di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/9/2019).
Terkait siapa yang melakukan perbuatan itu, Bamsoet enggan berkomentar karena belum ada hasil penyelidikan. Yang jelas, dia meminta kepolisian mengusut siapa yang melakukan tindakan kekerasan terhadap Faisal dan demonstran lainnya. Dia sendiri enggan menduga-duga ataupun berprasangka atas insiden tersebut.
“Kita tidak boleh berprasangka kita serahkan aparat kepolisian untuk menyelidiki lihat dari saksi-saksi, CCTV yang ada kalau memang ada kamera di situ,” pinta Politikus Golkar itu.
Bamsoet menuturkan, bukan hanya mahasiswa, aparat juga terkena serangan, aparat pun terkena pukulan. Ada yang sampai dioperasi di bagian hidung karena terkena lemparam batu bata. Jadi intinya, ada serangan fisik dari kedua arah.
“Sama lah karena fisik ketemu fisik,” imbuhnya.
Karena itu, ia mengimbau kepada seluruh aparat keamanan dan juga mahasiswa untuk menahan diri. Mahasiswa jangan sampai terkena provokasi atau bahkan menari di gendang orang lain. Sampaikan aspirasi secara baik dan jangan mudah terpancing provokasi karena dia mendengar informasi bahwa banyak yang menunggangi aksi tersebut.
“Saya mendengar dari kawan-kawan wartawan yang nge post di DPR melihat di depan sana penampilan bukan seperti mahasiswa melakukan provokasi. Benar tidaknya kami persilakan pihak kepolisian melakukan pengusutan,” tandasnya.
(kri)