Munas Dinilai Bisa Jadi Reformasi Partai Golkar Jilid 2

Rabu, 18 September 2019 - 16:53 WIB
Munas Dinilai Bisa Jadi...
Munas Dinilai Bisa Jadi Reformasi Partai Golkar Jilid 2
A A A
JAKARTA - Kader Partai Golkar, Ridwan Hisjam mengatakan partainya sudah berhasil menempatkan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin untuk periode 2019-2024.

Ridwan menyarankan saatnya kader Golkar fokus kembali ke internal Golkar dalam menyiapkan Pemilu 2024 nanti. Menurut dia, siapa pun Presidennya, embrio dan gen Golkar tetap merapat ke pemerintahan.

"Ke depan, melihat partai Golkar selanjutnya harus ada reformasi Partai Golkar jilid kedua. Kapan itu reformasi? Pada saat munas yang akan datang," ujar Ridwan dalam diskusi bertajuk Menyongsong Kepemimpinan Partai Golkar menjelang Pemilu 2024 di Cafe Upnormal, Cikini, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Dia menambahkan, reformasi jilid II Golkar yang dimaksud adalah partai harus melakukan perubahan-perubahan dari sisi kelembagaan partai maupun dalam menghadapi era industri 4.0.

Mantan Ketua DPW Partai Golkar Jawa Timur ini mengatakan, reformasi Jilid I Golkar telah dimulai sejak partai ini dipimpin Akbar Tanjung.

Saat itu, kata dia, Golkar mampu menjadi partai mandiri sekalipun dihakimi massa karena kepemimpinan Presiden Soeharto. Hal ini menurut dia berbanding terbalik dengan kondisi saat ini di mana suara dan raihan kursi Golkar terus mengalami penurunan.

Selain itu, ia menyarankan ke depan, partai berlambang pohon beringin ini harus mampu menjadi partai modern. Hal ini perlu dilakukan mengingat Golkar diuntungkan dengan siklus politik 20 tahunan yang terjadi pada 2024 nanti.

Dalam hal ini, Ridwan menilai, Golkar harus memanfaatkan bonus demografi pemilih yang potensial pada 2024.

Dia menegaskan partai harus mengedepankan check and re-check. Kalau sebelumnya keputusan dari atas ke bawah. "Kalau sekarang ada keputusan dari atas ya harus dicek dulu, benar enggak, kalau enggak bener ya kembalikan, perbaiki. Nah itulah paradigma baru yang dikembangkan oleh bang Akbar (Tandjung) sehingga partai Golkar menjadi partai yang kuat saat itu. Akhirnya pada 2004 menjadi pemenang pemilu kembali, karena paradigma baru itu dijalankan," tandasnya
(dam)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Kejagung Tahan 3 Tersangka...
Kejagung Tahan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Pertambangan Nonlogam
Ucapan Yang Mulia Takut...
Ucapan Yang Mulia Takut Ya Berbuntut Panjang, 2 Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi
Prabowo dan Modi Resmikan...
Prabowo dan Modi Resmikan Kerja Sama Indonesia-India untuk Konservasi Candi Prambanan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 2 Digelar di PN Jaksel 10 Juli 2026
Kejagung Sita 104 Ton...
Kejagung Sita 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron di Bangka Belitung
Program MBG Perkuat...
Program MBG Perkuat Keadilan Sosial Melalui Pemenuhan Gizi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved