Pansus DPR Bahas Tiga Hal Terkait Rencana Pemindahan Ibu Kota

Rabu, 18 September 2019 - 15:16 WIB
Pansus DPR Bahas Tiga...
Pansus DPR Bahas Tiga Hal Terkait Rencana Pemindahan Ibu Kota
A A A
JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) Pengkajian Ibu Kota DPR telah melakukan rapat perdana. Pimpinan pansus telah menetapkan beberapa jadwal dan menginventariasi pihak mana saja yang akan didengar pendapatnya dalam rapat pansus nanti.

Hal ini dikatakan Ketua Pansus Pengkajian Ibu Kota, Zainudin Amali, seusai Rapat Pimpinan Pansus tertutup di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Kata Zainudin, sudah menetapkan tiga hal pokok yang akan dibahas pansus terkait rencana pemindahan ibu kota ini.

"Hari ini rencananya pansus tentang kajian dan usulan pemerintah tentang ibu kota baru. Kami akan memetakan apa yang harus dikaji dari susunan pemerintah itu yang kedua akan membuat penjadwalan dan ketiga menginvertarisir pihak mana saja yang ajan kita mintai pendapatnya berkaitan dengan kerja pansus ini," kata Zainudin Amali, Rabu (18/9/2019).

Kemudian Amali memaparkan, pansus nantinya akan mengkaji tiga hal pokok dalam pemindahan ibu kota ini. Sehingga, pengkajian lebih terstrktur. Pertama adalah sumber pembiayaannya dan infrastruktur yang akan dibangun nanti.

(Baca juga: Pindah Ibu Kota, Indonesia Akan Catat Sejarah Baru)

Kedua, bagaimana tempat atau lokasi yang lebih spesifik, lahan lingkungan, itu bukan hanya menyangkut lingkungan hidup saja tetapi menyangkut lingkungan sosial dan semacamnya. Ketiga, mengenai aparatur dan regulasi.

"Saya kira kita akan mengkaji tentang tiga pokok besar, tentu ada elaborasinya ke bawah akan kita temukan dalam diskusi di internal pansus dan secara pribadi. Kita lihat perspektif maka kajian akan pebih banyak hal-hal kuantitatif dan selebihnya kualitatif," papar Amali.

"Saya kira perbandingannya 70-30 (kuantitatif-kualitatif), muncul angka-angka kan gitu ya, kita enggak bisa hanya narasi dan retorika saja. Itu tetap diperlukan tetapi tidak menjadi porsi terbesar di dalam kajian nanti," imbuhnya.

Menurut politikus Partai Golkar itu, Pansus akan meminta pandangan berbagai pihak baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda) terkait maupun dunia usaha.

Sehingga kata dia, Pansus akan mempertanyakan berbagai kajian yang dibuat dan diserahkan pemerintah kepada DPR, sehingga hasil kajian pansus ini akan dibuat seobjektif mungkin sebagai dasar pijakan fraksi-fraksi dalam memutuskan.

"Jadi intinya adalah, yang kita bahas hari ini adalah kajian pemerintah yang diberikan kepada kita. Kemudian diikuti oleh hal baru yang muncul di luar kajian pemerintah. Sebab kita enggak mau salah, kita mau memutuskan secara tepat tetapi objektif," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Pimpinan DPD Ingin Pembangunan...
Pimpinan DPD Ingin Pembangunan IKN Nusantara On the Track
Komisi V DPR Dukung...
Komisi V DPR Dukung Kemenhub Bangun Konektivitas Transportasi IKN Baru
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
IKN Nusantara Dipastikan...
IKN Nusantara Dipastikan Punya Gedung DPR, Anggota Dewan Siap-siap Pindah
Berita Terkini
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Prabowo Akan Bertemu...
Prabowo Akan Bertemu Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier di Istana Besok, Bahas Apa?
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved