BPOM Akan Perkuat Pengawasan di Wilayah Perbatasan

Senin, 16 September 2019 - 18:39 WIB
BPOM Akan Perkuat Pengawasan...
BPOM Akan Perkuat Pengawasan di Wilayah Perbatasan
A A A
JAKARTA - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) akan memperluas pengawasannya di wilayah perbatasan Indonesia.

Kepala BPOM, Penny K Lukito mengatakan kebijakan itu untuk mengantisipasi masuknya makanan dan obat ilegal ke wilayah Indonesia.

“Semua pihak memang mengharapkan BPOM kuat di sana,” ungkap Penny saat acara dialog Forum Merdeka Barat 9 bertema Peningkatan Perlindungan Masyarakat Serta Daya Saing Obat dan Makanan di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Menurut dia, itu perlu dilakukan karena jalur keluar dan masuk ke wilayah Indonesia sangat banyak. Salah satunya di Pontianak, Kalimantan Barat.

"Di situlah Badan POM diperkuat. Ke depan akan terus diperkuat di perbatasan-perbatasan," ujarnya.

Apalagi, sambung dia, perbatasan ini sudah dibangun oleh pemerintah, yakni kantor PLBN atau kantor pos lintas batas negara.

"Nah di situlah kami menempatkan BPOM dan ke depan akan menjadi kantor POM yang besar. Tapi sekarang ini fokusnya adalah kantor kecil yang menempel bersama-sama dengan PLBN itu, bersama dengan Bea Cukai, keimigrasian, karantina dan lain-lain termasuk Badan POM,” tuturnya.

Penny menjelaskan, saat ini BPOM telah menambah 40 kantor di ibu kota kabupaten seluruh Indonesia. Dengan demikian diharapkan, kata Penny pengawasan obat dan makanan di daerah semakin kuat.

“Edukasi untuk masyarakat tertinggal, terpencil, dan perbatasan, BPOM ini baru saja mendapatkan tambahan 40 kantor di ibu kota kabupaten seluruh Indonesia. Nah, kemudian prioritasnya adalah di kawasan terpencil, tertinggal dan perbatasan terutama,” tuturnya.

Dengan membatasi peredaran obat dan makanan ilegal, kata Penny, semakin memperkuat daya saing produk Indonesia di dalam negeri.

“Masalah obat dan makanan ini bukan secara teknis adalah masalah BPOM saja, tetapi juga menyangkut masalah kesehatan masyarakat. Bukan hanya jangka pendek tetapi juga jangka panjang. Dengan membatasi peredaran obat dan makanan ilegal maka daya saing produk lokal semakin meningkat,” tutur Penny.
(dam)
Berita Terkait
Masuk Libur Akhir Tahun,...
Masuk Libur Akhir Tahun, BPOM Sita Puluhan Ribu Produk Kedaluwarsa
20 Makanan yang Tidak...
20 Makanan yang Tidak Pernah Kedaluwarsa, Nomor 7 Tahan hingga 30 Tahun
Pemprov DKI Musnahkan...
Pemprov DKI Musnahkan Susu Kedaluwarsa yang Dijual di Marketplace Ternama
10.741 Makanan dan Minuman...
10.741 Makanan dan Minuman Kedaluwarsa di Luwu Utara Dimusnahkan
7 Makanan yang Tidak...
7 Makanan yang Tidak Pernah Kedaluwarsa Asal Disimpan dengan Benar
Satgas Covid-19 Tana...
Satgas Covid-19 Tana Toraja Tarik Produk Makanan Kedaluwarsa di Pasaran
Berita Terkini
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved