Bikers Brotherhood MC Indonesia Gandeng ACT Kemanusiaan di Lombok

loading...
Bikers Brotherhood MC Indonesia Gandeng ACT Kemanusiaan di Lombok
Bikers Brotherhood MC Indonesia Gandeng ACT Kemanusiaan di Lombok
A+ A-
JAKARTA - Memperingati hari jadinya yang ke 31, Club House Bikers Brotherhood MC (BBMC) bergabung dalam Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan yang digagas Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Branch Manager ACT Jawa Barat, Renno I. Mahmoeddin mengatakan, BBMC mengajak anggotanya untuk melakukan kolaborasi kemanusiaan, bertajuk “Recovery Lombok”. Seperti diketahui saat ini sedang musim kemarau, hampir lima bulan beberapa wilayah di Indonesia terjadi kekeringan.

”Dalam kolaborasi kemanusiaan bersama BBMC ini kita menawarkan program solutif jangka panjang yaitu dengan membangun sumur wakaf. Sumur ini akan dibangun di Dusun Ende, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat,” katanya dalam pesan tertulisnya yang diterima SINDOnews Rabu (11/9/2019).

Saat musim kemarau, kata dia, sumur di Ende kering dan diperparah dengan instalasi pipanisasi air yang belum tersambung hingga tidak bisa digunakan. Info dari tim lapangan, masyarakat harus mengeluarkan biaya Rp60.000 untuk keperluan mereka membeli air.



Sebagai gambaran, Dusun Ende merupakan salah satu dusun wisata dan pertanian. Sayangnya, pertanian di wilayah ini hanya bisa dilakukan setahun sekali ketika musim hujan.

Ketua Umum Bikers Brotherhood MC, Jhoni Achmad Zakaria atau dikenal sebagai Jhoni Be Good menambahkan, dalam perayaan ulang tahun ke-31 ini pihaknya akan berkumpul di Lombok tepatnya di Kila Pool Villa Club Senggigi Lombok pada 20-21 September 2019 dengan semua chapter BrotherHood tidak hanya yang ada di Indonesia namun juga chapter dari Amerika, Malaysia dan Singapura serta semua klub-klub motor lainnya, diperkirakan 500 – 1.000 bikers akan menghadiri acara ini.

Tak hanya itu, keberangkatan BBMC ke Lombok juga akan membagikan 31 paket ibadah berupa sarung, mukena, sajadah, serta Alquran yang akan dibagikan di empat masjid. Menurut Johni, hingga saat ini kunjungan wisatawan ke Lombok belum kembali ke jumlah normal pascabencana alam setahun lalu.



“Jadi, kami membantu masyarakat, dan melaksanakan hobi kami sekaligus, yaitu momotoran (bermotor ria) artinya ini kan klub hobi (senang-senang) masa kita saja yang senang-senang sudah sepatutnya masyarakat yang kami kunjungi pun merasa senang dengan kehadiran kita,” ungkapnya.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top