Bukan Cuma Bangun Istana, Jokowi Disarankan Geser Ibu Kota ke Papua

Selasa, 10 September 2019 - 22:07 WIB
Bukan Cuma Bangun Istana,...
Bukan Cuma Bangun Istana, Jokowi Disarankan Geser Ibu Kota ke Papua
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana membangun Istana Presiden di Papua sebagaimana permintaan tokoh-tokoh Papua saat pertemuan di Istana Kenegaraan, Jakarta.

Menurut Wakil Ketua DPR Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Fahri Hamzah mengaku, sudah lama menyarankan Jokowi berkantor di Papua guna meredam konflik di sana. Bahkan dia sangat mendukung pemerintah memindahkan ibu kota ke Papua.

"Usulan membangun Istana Presiden itu sudah saya lontarkan cukup lama, bahkan kalau ada usulan pemindahan ibu kota ke Papua malah saya lebih setuju ya kan," kata Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Fahri berpandangan, pemindahan ibu kota ke Papua utu bukan tanpa alasan. Sudah semestinya Indonesia memulai tradisi penguatan di Asia Pasifik karena, Jokowi punya visi revolusi mental dan poros maritim.

(Baca juga: Demokrat Dukung Jokowi Bikin Istana Kepresidenan di Papua)

Sementara, poros maritim itu basisnya di kawasan Pasifik, dan Papua merupakan pulau terbesar yang ada di kawasan Pasifik setelah Australia.

"Nah karena itu Papua sangat penting sekali ada kehadiran fisik. Jadi dengan dibukanya istana di Papua itu ya, menurut saya itu kehadiran simbolik yang baik sekali, yang bagus sekali," ujarnya.

Menurut Fahri, wajar jika Jokowi terkesan agak lambat merespons soal Papua karena Jokowi baru akan memasuki periode pemerintahan kedua. Jadi sebaiknya, Jokowi segera bergegas untuk memperkuat pemerintah di Papua dan nanti membagi tugas dengan Wakil Presiden (Wapres) untuk membagi konsentrasi wilayah, Presiden di Pasifik sementara Wapres memperkuat Asia.

Kemudian lanjut Fahri, pemerintah juga perlu mengaktifkan kembali Bandara Biak sebagai bandara internasional sebagaimana sebelumnya. Serta, melakukan pemekaran di Papua karena memang cakupan wilayahnya terlalu besar, setidaknya dibagi ke dalam 6 provinsi di Papua.

Sehingga, dengan langkah-langkah tersebut, politik pemerintah akan lebih kuat. "Kita jangan bicara jumlah penduduk ya, tapi kita bicara jumlah dan luas teritorinya, dan kita sebagai bangsa wajib menjadikan pulau itu yang makmur dan pulau yang sejahtera," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Ditanya Siswa SD Kenapa...
Ditanya Siswa SD Kenapa Ibu Kota Tak Dipindah ke Papua, Jokowi Bilang Begini
Jokowi soal IKN: Mestinya...
Jokowi soal IKN: Mestinya Tidak Dipertentangkan Lagi
Ajak Investor Tanam...
Ajak Investor Tanam Duit di IKN Nusantara, Jokowi: Kesempatan Emas yang Tak Akan Terulang
Jokowi: Pindah Ibu Kota...
Jokowi: Pindah Ibu Kota Negara adalah Pindah Cara Kerja dan Mindset
PPP Hormati Keputusan...
PPP Hormati Keputusan Pemerintah Tunda Pemindahan Ibu Kota Negara
Kapan Keppres Pemindahan...
Kapan Keppres Pemindahan Ibu Kota Diterbitkan? Ini Penjelasan Jokowi
Berita Terkini
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Infografis
6 Strategi untuk Mempertahankan...
6 Strategi untuk Mempertahankan Ibu Kota dari Serangan Musuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved