Kogasudgab TNI AU 'Bombardir' Pertahanan Udara Musuh

Senin, 09 September 2019 - 15:53 WIB
Kogasudgab TNI AU Bombardir...
Kogasudgab TNI AU 'Bombardir' Pertahanan Udara Musuh
A A A
SITUBONDO - Memasuki hari pertama manuver lapangan Latihan Gabungan (Latgab) TNI dengan sandi "Dharma Yudha 2019" di awali dengan operasi pengamatan udara (Matud) pada ketinggian 18.000 kaki oleh pesawat Boeing B737 Intai Maritim dari Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

Setelah mendapatkan informasi tentang sasaran pertahanan udara musuh, Komando Tugas Udara Gabungan (Kogasudgab) TNI AU segera menganalisis sasaran dan mengerahkan satu paket penyerang komposit (composite strike) untuk membombardir kekuatan pertahanan udara musuh.

Composite strike yang terdiri dari 2 pesawat tempur strategis Sukhoi Su27/30 dengan tanda panggilan (callsign) Thunder berfungsi sebagai penyerang pendadakan atau Suppression Enemy's Air Defence (SEAD) menggunakan bom jenis OFAB-250 yang berada di belakang 4 F16 Fighting Falcon dengan callsign Falcon yang berfungsi sebagai sweeper.

Kemudian disusul dengan serangan gelombang kedua, 4 Sukhoi Su27/30 Flanker membawa bom jenis OFAB-250 dan 4 T50i Golden membawa bom jenis Mk-82 sebagai strikers yang dikawal 4 Hawk 109/209 Elang.
Kogasudgab TNI AU 'Bombardir' Pertahanan Udara Musuh

Rangkaian serangan udara yang dilakukan Kogasudgab menggunakan doktrin Operasi Serangan Udara Strategis (OSUS) dan Operasi Lawan Udara Ofensif (OLUO) TNI AU ini bertujuan untuk merebut keunggulan udara di pihak kawan agar operasi selanjutnya di darat dan di laut dapat dilanjutkan dengan aman.

"Dilaporkan bahwa Kogasudgab telah melaksanakan operasi udara gabungan dengan melaksanakan Operasi Serangan Udara Strategis (OSUS) dan Operasi Lawan Udara Ofensif (OLUO) ke sasaran secara serentak menggunakan Large Force Employment (LFE) dengan hasil, Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal), pusat logistik, radar, dan pesawat musuh di apron dapat dihancurkan sehingga kami laporkan bahwa saat ini keunggulan udara di mandala operasi telah berhasil direbut. Saya ulangi bahwa keunggulan udara di mandala operasi telah berhasil direbut. Demikian kami laporkan Pangkogab," tegas Panglima Kogasudgab Marsekal Muda TNI Donny Ermawan, melaporkan hasil serangan kepada Panglima Kogab TNI, melalui video conference yang disaksikan oleh semua komando tugas gabungan lainnya.

Sesuai rencana, manuver lapangan Latgab TNI 2019 akan dilaksanakan mulai hari ini, Senin (9/9) hingga puncaknya Kamis (12/9) yang rencananya akan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo melalui demonstrasi kekuatan TNI gabungan 3 matra dalam sebuah Fire Power Demo (FPD) di lapangan penembakan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 5 Marinir TNI AL di Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur.
Kogasudgab TNI AU 'Bombardir' Pertahanan Udara Musuh

TNI AU mengerahkan seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista), baik pesawat tempur, angkut, helikopter, pesawat terbang tanpa awak (PTTA), dan Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) untuk melaksanakan seluruh rangkaian operasi gabungan yang telah direncanakan pada Geladi Posko Latgab TNI pada 26 Agustus hingga 3 September 2019 di Kesatrian Sesko TNI Bandung.
(pur)
Berita Terkait
Mengenal I Made Susila...
Mengenal I Made Susila Adnyana, Jebolan AAU 1990 yang Resmi Jabat Danseskoau
3 Jenderal TNI AU yang...
3 Jenderal TNI AU yang Pernah Menjabat Sebagai Panglima TNI, Terakhir KSAU Pertama di Indonesia
Sejumlah Marsekal Muda...
Sejumlah Marsekal Muda yang Menjabat di Kotama TNI AU, Nomor 4 Jebolan Kopassus
Deretan Brevet Pangkoopsudnas...
Deretan Brevet Pangkoopsudnas Marsdya TNI Tonny Harjono, Jebolan AAU 1993
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi 23 Perwira Tinggi TNI AU
Momen 24 Pesawat Demo...
Momen 24 Pesawat Demo di Langit Yogyakarta Meriahkan HUT ke-78 TNI AU
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved