Politikus Asal Papua Minta Pemerintah Gunakan Pendekatan Kemanusiaan
Selasa, 03 September 2019 - 20:58 WIB
Politikus Asal Papua Minta Pemerintah Gunakan Pendekatan Kemanusiaan
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPR asal Papua, John Siffy Mirin mengakui kondisi terakhir di Papua dan Papua Barat diwarnai ketegangan.
Menurut dia, aksi demonstrasi besar-besaran terjadi di hampir semua daerah. Aksi tersebut melumpuhkan aktivitas bisnis dan pemerintahan.
Pada dasarnya masyarakat Papua, kata dia, ingin pemerintah melakukan pendekatan secara kemanusiaan dan mengedepankan dialog bersama. Dengan menyentuh hati masyarakat Papua, permasalahan di Bumi Cendrawasih ini bisa selesai.
Menurut dia, masyarakat Papua mengajukan tujuh tuntutan yang hingga kini belum dikabulkan.
“Rakyat Papua meminta tujuh statement, tapi tidak diindahkan, mungkin ditindak tegas tapi belum menyentuh hati rakyat Papua ,hanya mohon maaf memang sejauh ini di sana ada sengaja dikondisikan. saya terus terang ini dikondisikan. Saya sudah ikuti pantau semua media ada orang Papua gunung dan ada Papua pesisir, dan sekarang ada kelompok Nusantara dan ada kelompok Papua,” kata John di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/9/2019).
Politikus PAN itu meminta agar penanganan kasus rasisme di Surabaya, Jawa Timur terhadap mahasiswa Papua diperjelas atau tidak dianggap ringan. Masyarakat Papua ingin pelakunya ditindak tegas.
Kemudian, lanjut John, para pimpinan gereja, tokoh adat dan tokoh masyarakat Papua juga meminta pemerintah tidak menggunakan pendekatan keamanan tetapi lebih kepada kemanusiaan.
“Kita sama-sama dengan kepala dingin menyelesaikan kasus rasisme harus benar benar dituntaskan. Tidak perlu lagi pendekatan keamanan tapi pendekatan kemanusiaan,” tegasnya.
John juga menyarankan agar pemerintah berdialog dengan masyarakat Papua, termasuk juga dengan kelompok berseberangan.
Melalui dialog, dia yakin ada jalan keluar menghentikan konflik di Papua. “Aceh diberi ruang untuk berdialog, dengan cara-cara santun beretika dan bermartabat, tapi kok masalah Papua ini dibiarkan berlarut-larut,” kata John.
Menurut dia, aksi demonstrasi besar-besaran terjadi di hampir semua daerah. Aksi tersebut melumpuhkan aktivitas bisnis dan pemerintahan.
Pada dasarnya masyarakat Papua, kata dia, ingin pemerintah melakukan pendekatan secara kemanusiaan dan mengedepankan dialog bersama. Dengan menyentuh hati masyarakat Papua, permasalahan di Bumi Cendrawasih ini bisa selesai.
Menurut dia, masyarakat Papua mengajukan tujuh tuntutan yang hingga kini belum dikabulkan.
“Rakyat Papua meminta tujuh statement, tapi tidak diindahkan, mungkin ditindak tegas tapi belum menyentuh hati rakyat Papua ,hanya mohon maaf memang sejauh ini di sana ada sengaja dikondisikan. saya terus terang ini dikondisikan. Saya sudah ikuti pantau semua media ada orang Papua gunung dan ada Papua pesisir, dan sekarang ada kelompok Nusantara dan ada kelompok Papua,” kata John di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/9/2019).
Politikus PAN itu meminta agar penanganan kasus rasisme di Surabaya, Jawa Timur terhadap mahasiswa Papua diperjelas atau tidak dianggap ringan. Masyarakat Papua ingin pelakunya ditindak tegas.
Kemudian, lanjut John, para pimpinan gereja, tokoh adat dan tokoh masyarakat Papua juga meminta pemerintah tidak menggunakan pendekatan keamanan tetapi lebih kepada kemanusiaan.
“Kita sama-sama dengan kepala dingin menyelesaikan kasus rasisme harus benar benar dituntaskan. Tidak perlu lagi pendekatan keamanan tapi pendekatan kemanusiaan,” tegasnya.
John juga menyarankan agar pemerintah berdialog dengan masyarakat Papua, termasuk juga dengan kelompok berseberangan.
Melalui dialog, dia yakin ada jalan keluar menghentikan konflik di Papua. “Aceh diberi ruang untuk berdialog, dengan cara-cara santun beretika dan bermartabat, tapi kok masalah Papua ini dibiarkan berlarut-larut,” kata John.
(dam)