Politikus Golkar Harap Kegiatan Partai Sesuai Aturan Kesepakatan
Selasa, 03 September 2019 - 14:01 WIB
Politikus Golkar Harap Kegiatan Partai Sesuai Aturan Kesepakatan
A
A
A
JAKARTA - Wakil Koordinator Bidang Kepartaian DPP Partai Golkar Darul Siska berharap, semua kegiatan partai yang ada bisa dilakukan berdasarkan dan sesuai aturan yang sudah disepakati.
"Kegiatan suatu organisasi tentu berlandaskan tata aturan yang dibuat atas dasar kesepakatan bersama. Kalau seorang Ketua Umum tidak lagi tunduk dan menjalankan aturan partai yang dibuat bersama, apakah layak untuk diikuti dan dipilih lagi?," kata Darul, Selasa (3/9/2019).
(Baca juga: Dukung Airlangga, Pengurus Golkar di Jabar Ucap Sumpah di Dalam Masjid)
Respons ini dikatakan Darul soal fenomena aksi tidak lazim yang dilakukan Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto, terkait sumpah dukungan pada Musyawarah Nasional (Munas) Golkar mendatang.
"Yang biasa adalah seseorang bersumpah dalam suatu jabatan tertentu untuk mengabdi kepada kepentingan orang banyak, bukannya orang banyak yang bersumpah untuk kepentingan seseorang," ucap Darul.
Karenanya Darul menilai, langkah sumpah tersebut aneh. Sebab menurutnya, bersumpah dengan nama Allah dibawah kitab Suci Alquran di dalam Masjid untuk mencalonkan, mendukung seseorang, adalah sesuatu yang berlebihan.
Dalam ajaran agama Islam lanjut Darul, manusia hanya diajarkan untuk tunduk, taat, dan patuh hanya kepada Allah, Rasul dan orang tua.
"Kepatuhan kepada orang tua pun hanya selama orang tua tersebut mengajak kepada kebenaran yang bersumber dari Alquran dan hadis. Sedangkan bila orang tua menyimpang dari ajaran Agama maka seorang anak tetap hormat kepada orang tua, tetapi tidak perlu taat dan patuh lagi," urainya.
Sebelumnya, dalam sebuah video yang sedang viral, Ketua DPD Partai Golkar se–Jawa Barat diambil sumpah mendukung dan memilih Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar pada Munas Desember nanti.
Mereka disumpah dengan menggunakan Alquran. Pengucapan sumpah dipandu Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedy Mulyadi. Video pengambilan sumpah direkam salah seorang yang hadir.
Pengambilan sumpah dilakukan pada Sabtu, 31 Agutus 2019. Dalam video berdurasi 1 menit 25 detik itu, pengambilan sumpah dilakukan dalam suatu rungan. Tampak seorang tokoh agama Islam mengangkat tinggi Alquran pada posisi di atas kepala para pengucap sumpah.
"Saya bersedia mendapat konsekuensi apabila saya mengingkari, dan mengkhianati sumpah ini. Saya bersedia menerima laknat atas pengkhianatan saya," begitu antara lain bunyi sumpah yang diucapkan para ketua DPD Golkar mengulangi apa yang dieja Dedy Mulyadi.
"Kegiatan suatu organisasi tentu berlandaskan tata aturan yang dibuat atas dasar kesepakatan bersama. Kalau seorang Ketua Umum tidak lagi tunduk dan menjalankan aturan partai yang dibuat bersama, apakah layak untuk diikuti dan dipilih lagi?," kata Darul, Selasa (3/9/2019).
(Baca juga: Dukung Airlangga, Pengurus Golkar di Jabar Ucap Sumpah di Dalam Masjid)
Respons ini dikatakan Darul soal fenomena aksi tidak lazim yang dilakukan Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto, terkait sumpah dukungan pada Musyawarah Nasional (Munas) Golkar mendatang.
"Yang biasa adalah seseorang bersumpah dalam suatu jabatan tertentu untuk mengabdi kepada kepentingan orang banyak, bukannya orang banyak yang bersumpah untuk kepentingan seseorang," ucap Darul.
Karenanya Darul menilai, langkah sumpah tersebut aneh. Sebab menurutnya, bersumpah dengan nama Allah dibawah kitab Suci Alquran di dalam Masjid untuk mencalonkan, mendukung seseorang, adalah sesuatu yang berlebihan.
Dalam ajaran agama Islam lanjut Darul, manusia hanya diajarkan untuk tunduk, taat, dan patuh hanya kepada Allah, Rasul dan orang tua.
"Kepatuhan kepada orang tua pun hanya selama orang tua tersebut mengajak kepada kebenaran yang bersumber dari Alquran dan hadis. Sedangkan bila orang tua menyimpang dari ajaran Agama maka seorang anak tetap hormat kepada orang tua, tetapi tidak perlu taat dan patuh lagi," urainya.
Sebelumnya, dalam sebuah video yang sedang viral, Ketua DPD Partai Golkar se–Jawa Barat diambil sumpah mendukung dan memilih Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar pada Munas Desember nanti.
Mereka disumpah dengan menggunakan Alquran. Pengucapan sumpah dipandu Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedy Mulyadi. Video pengambilan sumpah direkam salah seorang yang hadir.
Pengambilan sumpah dilakukan pada Sabtu, 31 Agutus 2019. Dalam video berdurasi 1 menit 25 detik itu, pengambilan sumpah dilakukan dalam suatu rungan. Tampak seorang tokoh agama Islam mengangkat tinggi Alquran pada posisi di atas kepala para pengucap sumpah.
"Saya bersedia mendapat konsekuensi apabila saya mengingkari, dan mengkhianati sumpah ini. Saya bersedia menerima laknat atas pengkhianatan saya," begitu antara lain bunyi sumpah yang diucapkan para ketua DPD Golkar mengulangi apa yang dieja Dedy Mulyadi.
(maf)