20 Capim KPK Dinilai Telah Wakili Seluruh Institusi
Minggu, 01 September 2019 - 15:39 WIB
20 Capim KPK Dinilai Telah Wakili Seluruh Institusi
A
A
A
JAKARTA - Pemberantasan korupsi dan penegakan hukum menjadi agenda utama calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di masa mendatang. Dari 20 Capim KPK yang lolos di tingkat Pansel KPK, seluruh institusi telah terwakili.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Eddi Hasibuan mengatakan, dari 20 Capim KPK yang saat ini ada, sudah sangat mewakili seluruh institusi yang ada.
Proses selanjutnya menuju 10 besar dan akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), nantinya tentu telah melalui seleksi yang snagat ketat dan kredibel.
"Siapapun yang terpilih nanti, tentu PR nya sangat besar untuk KPK akan datang. Terutama hal pencegahan yang harus dikuatkan untuk memberantas korupsi di Indonesia. Capim KPK yang ada saat ini, harus didukung dan dikawal bersama," tandas Edi Hasibuan, Minggu (1/9/2019).
Menurut Edi Hasibuan, Presiden Jokowi akan sangat bijak untuk memilih 5 orang yang akan direkomendasikan ke DPR. Edi mengungkapkan, nantinya akan jauh lebih baik dari unsur KPK terdapat dari berbagai unsur, termasuk Polri, Kejaksaan dan lainnya.
"Saya kira, bila nanti kedepannya KPK diisi oleh berbagai unsur yang menyatu, tentu akan lebih kuat. Saya tidak ingin membicarakan dari ini dan itu dengan latar belakangnya. Tapi justru lebih kepenguatan KPK agar ke depannya, benar-benar bisa memberantas korupsi dengan program pencegahan terbaiknya," ucap Edi.
Seperti diketahui, dari 20 capim KPK yang ada saat ini, empat diantaranya berasal dari Polri. Wakabareskrim Polri Komjen Pol Antam Novambar mencuri perhatian publik lewat ketegasannya dalam menjawab pertanyaan Pansel KPK terkait jika adanya oknum polisi yang melakukan tindakan kejahatan korupsi.
Secara tegas dia menjawab, akan melaksanakan tugas-tugasnya dengan sangat baik tanpa pandang bulu. "Saya hajar, hajar," kata Antam Novambar setelah mengikuti uji publik capim KPK, di Sekretariat Negara, Jakarta, belum lama ini.
Antam Novambar salah satu dari 20 capim KPK yang lolos hingga tahap uji publik dan wawancara. Ada tiga calon dari unsur polisi, yakni Wakabareskrim Irjen Antam Novambar, Brigjen Bambang Sri Herwanto dan Brigjen Sri Handayani.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Eddi Hasibuan mengatakan, dari 20 Capim KPK yang saat ini ada, sudah sangat mewakili seluruh institusi yang ada.
Proses selanjutnya menuju 10 besar dan akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), nantinya tentu telah melalui seleksi yang snagat ketat dan kredibel.
"Siapapun yang terpilih nanti, tentu PR nya sangat besar untuk KPK akan datang. Terutama hal pencegahan yang harus dikuatkan untuk memberantas korupsi di Indonesia. Capim KPK yang ada saat ini, harus didukung dan dikawal bersama," tandas Edi Hasibuan, Minggu (1/9/2019).
Menurut Edi Hasibuan, Presiden Jokowi akan sangat bijak untuk memilih 5 orang yang akan direkomendasikan ke DPR. Edi mengungkapkan, nantinya akan jauh lebih baik dari unsur KPK terdapat dari berbagai unsur, termasuk Polri, Kejaksaan dan lainnya.
"Saya kira, bila nanti kedepannya KPK diisi oleh berbagai unsur yang menyatu, tentu akan lebih kuat. Saya tidak ingin membicarakan dari ini dan itu dengan latar belakangnya. Tapi justru lebih kepenguatan KPK agar ke depannya, benar-benar bisa memberantas korupsi dengan program pencegahan terbaiknya," ucap Edi.
Seperti diketahui, dari 20 capim KPK yang ada saat ini, empat diantaranya berasal dari Polri. Wakabareskrim Polri Komjen Pol Antam Novambar mencuri perhatian publik lewat ketegasannya dalam menjawab pertanyaan Pansel KPK terkait jika adanya oknum polisi yang melakukan tindakan kejahatan korupsi.
Secara tegas dia menjawab, akan melaksanakan tugas-tugasnya dengan sangat baik tanpa pandang bulu. "Saya hajar, hajar," kata Antam Novambar setelah mengikuti uji publik capim KPK, di Sekretariat Negara, Jakarta, belum lama ini.
Antam Novambar salah satu dari 20 capim KPK yang lolos hingga tahap uji publik dan wawancara. Ada tiga calon dari unsur polisi, yakni Wakabareskrim Irjen Antam Novambar, Brigjen Bambang Sri Herwanto dan Brigjen Sri Handayani.
(maf)