Temui Wapres, Wali Kota se-APEKSI Bahas Empat Hal Krusial di Daerah

Sabtu, 31 Agustus 2019 - 02:55 WIB
Temui Wapres, Wali Kota...
Temui Wapres, Wali Kota se-APEKSI Bahas Empat Hal Krusial di Daerah
A A A
GORONTALO - Sejumlah wali kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Jumat (30/8/19) siang tadi menggelar pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden. Ada empat hal yang menjadi topik pembahasan hangat, antara para wali kota dengan Wakil Presiden. Di antaranya, tentang kenaikan iuran BPJS, pendidikan, dana kelurahan, dan P3K.

Wali Kota Gorontalo Marten Taha, juga mantan Ketua Komwil IV APEKSI menjelaskan, semua wali kota menolak kenaikan iuran BPJS. Sebab, kenaikan iuran BPJS ini tidak seimbang dengan kinerja BPJS di masing-masing daerah termasuk Kota Gorontalo. Misalnya, masih ditemukan adanya tunggakan baik pembayaran insentif dokter.

Tidak hanya itu, karena menunggaknya iuran yang dibayarkan BPJS, mengakibatkan sejumlah Rumah Sakit dan unit pelayanan kesehatan di Kota Gorontalo, kesulitan membeli obat. Marten tegaskan, kalau BPJS ingin iuran dinaikkan, maka kinerjanya pula harus ditingkatkan.

"Kami tahu kalau BPJS defisit sekitar Rp24 triliun. Namun, jika ingin menaikkan iuran, harus disesuaikan pula kinerja BPJS, khususnya dalam membayarkan insentif dokter dan layanan masyarakat. Apalagi, iuran yang dinaikkan BPJS ini dua kali lipat dari iuran sebelumnya," ujar Marten.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengungkapkan, mengenai kenaikan iuran BPJS ini ada obsi yang diberikan oleh Jusuf Kalla. Yakni masing-masing daerah diberikan kesempatan, untuk menghitung berapa besar anggaran yang digunakan daerah, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dibidang kesehatan yang ada di BPJS.

"Usulnya Pak Wakil Presiden, kita hitung saja, berapa biaya kebutuhan kesehatan khususnya iuran BPJS di masing-masing daerah, nah itulah yang diberikan pemerintah pusat ke daerah," ungkap Airin.

Sedangkan pada program pendidikan, lanjut Airin, semua wali kota yang tergabung dalam APEKSI masih mendukung sistem zonasi, khususnya untuk penerimaan peserta didik baru. Sebagaiman termaktub dalam Permendikbud Nomor 51/2018 tentang penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020.

"Penerapan sistem zonasi mengharuskan calon peserta didik untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki radius terdekat dari domisilinya masing-masing. Peserta didik bisa memiliki opsi maksimal tiga sekolah," jelas Airin.

Kemudian mengenai P3K dan dana kelurahan, seluruh wali kota APEKSI meminta Pemerintah Pusat untuk menyamakan jumlah dana kelurahan, seperti dana desa.

"Supaya anggaran dana kelurahan bisa melayani pengentasan kemiskinan di setiap daerah. Bahkan bisa mengatasi persoalan sosial kemasyarakatan," tutup Airin.
(pur)
Berita Terkait
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran...
Jusuf Kalla Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Semuanya Mendoakan Pak JK Sehat
Wapres Asal Luar Pulau...
Wapres Asal Luar Pulau Jawa: Bung Hatta hingga Jusuf Kalla
Jawaban JK Saat ditanya...
Jawaban JK Saat ditanya Lebih Enak Jadi Wapres SBY atau Jokowi
AALAI Somasi JK soal...
AALAI Somasi JK soal Video Ceramah, Ini Alasannya
Jubir JK Tegaskan Lahan...
Jubir JK Tegaskan Lahan 16,5 Hektare Milik Jusuf Kalla Bukan GMTD
Jokowi Minta Maaf Jelang...
Jokowi Minta Maaf Jelang Lengser, JK Persilakan Masyarakat Menilai
Berita Terkini
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Berkontribusi Ekosistem...
Berkontribusi Ekosistem Halal Global, Haikal Hassan Raih Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University
Infografis
10 Kota dengan Konsumsi...
10 Kota dengan Konsumsi Gorengan Tertinggi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved