Istana: Presiden Ingin Utamakan Pendekatan Kemanusiaan di Papua

Jum'at, 30 Agustus 2019 - 14:22 WIB
Istana: Presiden Ingin...
Istana: Presiden Ingin Utamakan Pendekatan Kemanusiaan di Papua
A A A
JAKARTA - Deputi V bidang Politik, Hukum, Keamanan dan Hak Asasi Manusia di Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardhani mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengarahkan agar untuk mengatasi persoalan di Papua dengan pendekatan kemanusiaan.

Jaleswari menganggap, pendekatan kemanusiaan itu penting dan terdepan. Namun bukan berarti pendekatan keamanan tidak diperlukan.

"Tapi itu hanya berlaku sebagai the last resort, upaya terakhir yang boleh dilakukan dengan standar operasional yang terukur dan akuntabel," ujar Jaleswari dalam keterangan persnya, Jumat (30/8/2019).

Dia menuturkan, persoalan Papua itu sangat kompleks yakni bukan hanya persoalan kesejahteraan saja, melainkan juga keamanan. Untuk itu, muncul pertanyaan apakah tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum dan berpotensi kekerasan atau penghilangan nyawa sesorang akan dibiarkan.

"Nanti kalau dibiarkan, negara akan dituduh melakukan pembiaran. Jadi semua itu harus diletakkan sesuai konteksnya dan diletakkan secara proporsional," jelasnya.

Bagi Presiden, lanjut Jaleswari, tindakan rasialis itu nyata-nyata harus ditolak, bukan karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan saja, namun itu diatur dalam UU yang siapa pun pelanggarnya akan dihukum.

Karenanya itu, Presiden Jokowi menyerukan penegakan hukum yang tegas harus dilakukan. Menurut dia, dalam kasus di Surabaya sudah ada tersangkanya dan dikenai sanksi hukum yang tegas.

"Harusnya sikap kita semua sama melakukan penolakan terhadap semua bentuk diskriminasi, intoleransi, rasialisme, tanpa pandang bulu," tandasnya.

Dia menambahkan, sikap rasialis beberapa gelintir oknum jangan lantas digeneralisasi seakan itu adalah sikap sebuah komunitas suku atau etnis tertentu. "Insiden Malang dan Surabaya merupakan pembelajaran bagi kita semua, agar mengikis dan menghilangkan sikap rasialis dalam diri kita. Dan memandang manusia setara," tutup dia.
(kri)
Berita Terkait
Keluar dari Situasi...
Keluar dari Situasi Konflik di Papua
Situasi Konflik di Tanah...
Situasi Konflik di Tanah Papua Belum Ada Tanda-tanda Berakhir
Ketua KNPB Wilayah Maybrat...
Ketua KNPB Wilayah Maybrat Papua Barat Dibekuk, Polisi: Lakukan Pembunuhan Keji 2 Warga
Polri Ajak Mahasiswa...
Polri Ajak Mahasiswa dan Pemuda Bantu Selesaikan Masalah Papua
Kelompok KNPB Aniaya...
Kelompok KNPB Aniaya Warga hingga Tewas di Maybrat Papua Barat
Imparsial: Telusuri...
Imparsial: Telusuri Dugaan Jual Beli Senjata Oknum TNI dengan Separatis
Berita Terkini
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Dugaan Korupsi Batu...
Dugaan Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah 8 Lokasi Termasuk Rumah Pejabat Negara
Eks Hakim Agung Ad Hoc...
Eks Hakim Agung Ad Hoc Sebut Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kejahatan Luar Biasa: Berbuntut Persoalan Negara
Polisi Temukan Uang...
Polisi Temukan Uang Fantastis Dolar AS dan Singapura dalam Brankas Saat Geledah Kafe di Cipete
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Anggota TNI, Ada Apa?
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved