YLBHI Cium Konflik Kepentingan di Pansel KPK, Hendardi: Biarkan Saja!

Minggu, 25 Agustus 2019 - 15:48 WIB
YLBHI Cium Konflik Kepentingan...
YLBHI Cium Konflik Kepentingan di Pansel KPK, Hendardi: Biarkan Saja!
A A A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengungkapkan dugaan konflik kepentingan beberapa anggota dan ketua Panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Anggota Pansel Capim KPK, Indriyanto Seno Adji dan Hendardi disebut sebagai penasihat Polri. "Yang pertama adalah Bapak Indriyanto Seno Adji dan Bapak Hendardi, dan dalam sebuah pernyataan kepada publik yang sudah tersiar, Bapak Hendardi mengakui bahwa dia adalah penasihat dari Polri, bersama dengan Bapak Indriyanto Seno Adji, dan kedua-duanya adalah anggota Pansel," ujar Ketua Umum YLBHI Asfinawati di Kantor LBH Jakarta, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 74, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2019).

Kemudian, Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih juga disebut bekerja sebagai tenaga ahli Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri maupun Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Kalemdikpol). "Ibu Yenti Garnasih yang juga merupakan Ketua Pansel tercatat dalam jejak digital juga tenaga ahli Bareskrim dan Kalemdikpol, setidak-tidaknya pada tahun 2018," katanya.

Menurut dia, dugaan konflik kepentingan itu harus ditelusuri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun anggota Pansel lainnya. "Karena kalau ini dibiarkan tidak hanya cacat secara moral, tapi juga cacat secara hukum," ungkapnya.

Dia pun mengingatkan Undang-undang tentang Administrasi Pemerintahan nomor 30 Tahun 2014. "Disebutkan bahwa seorang pejabat pemerintahan yang berpotensi memiliki konflik kepentingan, tidak boleh menetapkan atau mengeluarkan keputusan atau tindakan tertentu," pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Pansel Capim KPK, Hendardi membantah tudingan Ketua Umum YLBHI, Asfinawati yang merupakan perwakilan Kawal Capim KPK. Hendardi menegaskan tidak ambil pusing.

"Biar saja. Tidak saya pikirin. Dari awal dibentuk mereka sudah nyinyir begitu. Malah kelihatan punya interest yang tidak sampai makanya tuduh kiri-kanan," ujar Hendardi dihubungi wartawan.

Dia mengatakan, integritasnya dibangun lebih dari tiga dasawarsa sejak menjadi pimpinan mahasiswa. "Mungkin sebagian dari mereka masih menyusu," ujarnya.

Maka itu, dia mempertanyakan tudingan tersebut. "Catatan saya menjadi Penasihat Ahli Kapolri sejak masa kepemimpinan Jenderal Pol Badrodin Haiti sampai sekarang. Bukan merupakan organ struktural Polri, tapi hanya semacam think-tank untuk Kapolri dan Wakapolri," katanya.

Dia mengatakan, anggota Penasihat Ahli Kapolri itu sebagian besar profesor dan doktor serta purnawirawan Jenderal Polisi dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian.
(dam)
Berita Terkait
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa...
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa Terkait Kasus LNG Pertamina
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Mundur dari KPK, Ini...
Mundur dari KPK, Ini Aktivitas Keseharian Febri Diansyah (Part 1)
Berita Terkini
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Yane Bima Arya Harap...
Yane Bima Arya Harap Setiap Anak Peroleh Kasih Sayang dan Rasa Aman
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved