GP Ansor Sarankan Pemerintah Ubah Pendekatan ke Papua

Jum'at, 23 Agustus 2019 - 09:41 WIB
GP Ansor Sarankan Pemerintah...
GP Ansor Sarankan Pemerintah Ubah Pendekatan ke Papua
A A A
TABANAN - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pemerintah perlu mengubah strategi pendekatan kepada masyarakat Papua.

"Jangan lagi melakukan pendekatan by infrastruktur," ujar Yaqut usai memberikan orasi kebangsaan di acara Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan yang adakan PW GP Ansor Bali, di Pondok Pesantren Raudlotul Huffadz di Tabanan, Bali, Kamis (22/8/20198) malam.

Hadir sekretaris jenderal dan jajaran pimpinan pusat GP Ansor, para pejabat pemerintah, tokoh-tokoh agama setempat, dan TNI/Polri.

Menurut pria yang disapa Gus Yaqut ini, proyek jalan Trans Papua selama ini menjadi salah satu pemicu konflik di Bumi Cendrawasih itu. Padahal, masyarakat setempat belum tentu membutuhkan proyek itu.

Pendekatan kepada masyarakat Papua, kata dia, adalah dengan cara menyentuh hati mereka. "Ajaklah masyarakat Papua bicara dari hati ke hati. Apa yang sebenarnya dibutuhkan," imbuh Gus Yaqut.

Dia lalu mencontohkan pendekatan yang dilakukan Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kala itu, Gus Dur setuju dengan perubahan nama Irian Jaya menjadi Papua.

Gus Dur juga mengizinkan pengibaran bendera Bintang Kejora saat ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM). Hanya saja, bendera Bintang Kejora yang dikibarkan tidak boleh lebih tinggi dari bendera Merah Putih.

Menurut Gus Yaqut, bendera Bintang Kejora yang dipahami dalam perspektif Gus Dur hanya simbol kultural bukan negara. "Kata Gus Dur waktu itu, bendera OPM, ya sama dengan bendera PSSI lah," ucapnya.

Gus Yaqut pun menyarankan Presiden Jokowi segera datang ke Papua. "Masyarakat Papua itu ramah dan merasa nyaman berada dalam pangkuan NKRI. Yang ingin merdeka itu hanya OPM," katanya.

Di sisi lain dia meminta seluruh masyarakat ikut membantu menjaga kondusivitas suasana. Kepada seluruh kader Ansor dan Banser dia juga menginstruksikan untuk selalu menghormati keberagaman.

"Kita tidak ingin apa yg terjadi di Papua terjadi di tempat lain. Jangan terpancing, jangan terprovokasi. Sebab itu kita harus saling menghargai dan menghormati terhadap sesama, mulai dari keyakinan, agama, budaya, adat istiadat, suku, maupun ras."

"Kita itu satu, Indonesia. Semua boleh tinggal di mana saja, tapi hormati budaya dan keyakinan di mana kita tinggal. Itulah esensi dari peribahasa 'Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'. Ini harus kita pegang teguh," sambung Gus Yaqut.
(kri)
Berita Terkait
Keluar dari Situasi...
Keluar dari Situasi Konflik di Papua
Elemen Masyarakat Papua...
Elemen Masyarakat Papua Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian Papua
Kepala Suku Adat La...
Kepala Suku Adat La Pago Provinsi: Mari Jaga Kedamaian Papua
Dialog Damai dan Bermartabat...
Dialog Damai dan Bermartabat Kunci Atasi Persoalan di Papua
Begini Penuturan Panglima...
Begini Penuturan Panglima Perang Adat terkait Kondisi Ilaga
Pasukan TNI-Polri Pukul...
Pasukan TNI-Polri Pukul Mundur Massa yang Bentrok di Jayawijaya
Berita Terkini
Komisi III DPR: Penyerahan...
Komisi III DPR: Penyerahan Kasus Mantan Jampidsus ke Kejagung Cegah Gesekan Antarinstitusi
Yusril Ingatkan Kejagung...
Yusril Ingatkan Kejagung Profesional dan Transparan Tangani Kasus Febrie Adriansyah
BPOM Bongkar Peredaran...
BPOM Bongkar Peredaran 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar
Bertemu Panglima TNI,...
Bertemu Panglima TNI, Kapolri Ungkap Ada yang Ingin Pecah Belah Sinergitas TNI-Polri
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Anggap Kapolri Sahabat,...
Anggap Kapolri Sahabat, Jaksa Agung: Jangan Berpikir Kami Ini Rival
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved