Turki Ingin Belajar Cara Mengelola Jamaah Haji dari Indonesia

Rabu, 21 Agustus 2019 - 19:14 WIB
Turki Ingin Belajar...
Turki Ingin Belajar Cara Mengelola Jamaah Haji dari Indonesia
A A A
MEKKAH - Pengelolaan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi mendapat apresiasi dari sejumlah negara. Bahkan beberapa delegasi datang ke Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia di Mekkah untuk mempelajari cara pengelolaan jamaah haji yang baik dan benar.

Salah satunya rombongan dari Turki yang dipimpin oleh General Director of Hajj and Umrah Services Turki, Remzi Bircan. Dia dan staf diterima oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nizar Ali, didampingi Sekretaris Ditjen PHU Ramdhan Harisman, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Direktur Bina Haji Khoirizi, Direktur Pengelolaan Dana Haji Maman Saifullah, Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah, Arfi Hatim dan beberapa pejabat lainnya.

“Pengelola haji Indonesia ini mengatur jamaah hajinya sangat baik, karenanya kami ingin tahu bagaimana cara mereka mengatur jamaah sebanyak ini,” kata Remzi di kantor KUH Mekkah.

Dia menceritakan bahwa tahun ini Turki memberangkatkan 80.000 jamaah haji, terdiri dari 60% haji regular dan 40% haji khusus. Turki merekrut 1.800 orang untuk mengurusi jamaah haji selama di Arab Saudi.

Diakuinya, tidak mudah mengelola jamaah haji. Utamanya ketika menggerakkan 80.000 jamaah haji Turki dari Mekkah ke Arafah, lalu bermalam di Muzdalifah, dan berlanjut ke Mina. “Ini sesuatu yang sangat sulit,” katanya.

Ongkos naik haji dari Turki juga lumayan tinggi mencapai USD4.600 per orang tanpa ada subsidi dari pemerintah. Meski begitu, antrean berangkat haji hampiri sama dengan Indonesia mencapai 25 tahun. Itu didasarkan asumsi jumlah pendaftar sebanyak 2.130.000 orang, sementara kuotanya hanya 80.000 per tahun.

Kondisi itu memang berbeda dengan Indonesia. Untuk mengurusi 231.000 jamaah haji selama di Tanah Suci, pemerintah merekrut 4.300 petugas haji. Untuk Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), sebenarnya Indonesia lebih mahal, yakni USD5.000 per jamaah. Namun pemerintah memberikan subsidi separuhnya, sehingga setiap jamaah hanya perlu membayar USD2.600.

Dalam kunjungan singkat itu disepakati akan pertemuan lanjutan antara pengelola haji Turki dan Ditjen Haji dan Umrah Kemenag. Perwakilan Turki berniat datang ke Jakarta untuk belajar lebih jauh terkait pengelolaan jamaah haji. Turki juga mengundang delegasi Indonesia untuk bisa berkunjung ke negaranya.
(pur)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Profil Miss Indonesia...
Profil Miss Indonesia 2025 Audrey Bianca, dari Runway ke Mahkota
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved