2 Hal Ini Perlu Jadi Pertimbangan Jokowi untuk Calon Menkominfo
Rabu, 21 Agustus 2019 - 17:30 WIB
2 Hal Ini Perlu Jadi Pertimbangan Jokowi untuk Calon Menkominfo
A
A
A
JAKARTA - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aisyah Putri Budiarti memberikan saran kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk menempatkan figur yang tepat untuk posisi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).
Aisyah menjelaskan, ada dua syarat yang harus diperhatikan Presiden Jokowi dalam menempatkan seseorang di posisi kementerian. Apalagi, di pos kementerian strategis seperti Kominfo.
"Menurut saya, dalam hal apa pun termasuk telekomunikasi dan informatika, penempatan menteri harus setidaknya memenuhi dua syarat," ucap Aisyah, Rabu (21/8/2019).
Dia menerangkan, syarat pertama adalah integritas. Kemudian, menteri harus memiliki rekam jejak yang memperlihatkan komitmen untuk kepentingan publik dan tidak terlibat korupsi. Syarat kedua, figur calon menteri harus memiliki kapasitas.
"Kapasitas dalam artian memiliki pengetahuan, pengalaman dan networking dasar pada bisa tersebut, sehingga dalam masa jabatan yang singkat (5 tahun, red) para menteri tersebut bisa secara optimal bekerja," ucap Aisyah.
Ditambahkan Aisyah, figur calon Menkominfo mendatang sebaiknya diisi dari kalangan profesional. "Bisa diisi orang yang murni profesional maupun dari partai yang profesional dan berkapasitas," tuturnya.
Sementara Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Kristiono berharap, Menkominfo yang baru nanti dapat memahami peran information and comunication technology (ICT) sebagai enabler bagi perkembangan dan kemajuan sektor lainnya.
Kristono melanjutkan, figur Menkominfo juga harus mampu membuat kebijakan maupun regulasi berdasarkan pendekatan multistakehoders dan kolaboratif dengan sektor lainnya, serta mampu mengembangkan kemitraan strategis secara global untuk memperkuat daya saing bangsa.
"Tantangan ke depan bagaimana kita tidak hanya memiliki tapi mampu menguasai, kita memiliki market yang besar namun belum kita kuasai," kata Kristono.
Sejauh ini berdasarkan beberapa polling dan informasi dari berbagai sumber beberapa nama kandidat menkominfo dari profesional mulai bermunculan, seperti Yuliandre Darwis (Mantan Ketua KPI), Gatot S Dewa Broto (Sesmenpora).
Kemudian Sony Subrata (PolitcaWave), Jamalul Izza (Ketua Umum APJII), Sylvia W Sumarlin (Ketua Umum FTII), Kristiono (Ketua Umum Mastel), Semuel Abrijani Pangerapan (Dirjen APTIKA), Nadiem Makarim (CEO Go-Jek), dan Wishnutama (Pendiri Net TV).
Aisyah menjelaskan, ada dua syarat yang harus diperhatikan Presiden Jokowi dalam menempatkan seseorang di posisi kementerian. Apalagi, di pos kementerian strategis seperti Kominfo.
"Menurut saya, dalam hal apa pun termasuk telekomunikasi dan informatika, penempatan menteri harus setidaknya memenuhi dua syarat," ucap Aisyah, Rabu (21/8/2019).
Dia menerangkan, syarat pertama adalah integritas. Kemudian, menteri harus memiliki rekam jejak yang memperlihatkan komitmen untuk kepentingan publik dan tidak terlibat korupsi. Syarat kedua, figur calon menteri harus memiliki kapasitas.
"Kapasitas dalam artian memiliki pengetahuan, pengalaman dan networking dasar pada bisa tersebut, sehingga dalam masa jabatan yang singkat (5 tahun, red) para menteri tersebut bisa secara optimal bekerja," ucap Aisyah.
Ditambahkan Aisyah, figur calon Menkominfo mendatang sebaiknya diisi dari kalangan profesional. "Bisa diisi orang yang murni profesional maupun dari partai yang profesional dan berkapasitas," tuturnya.
Sementara Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Kristiono berharap, Menkominfo yang baru nanti dapat memahami peran information and comunication technology (ICT) sebagai enabler bagi perkembangan dan kemajuan sektor lainnya.
Kristono melanjutkan, figur Menkominfo juga harus mampu membuat kebijakan maupun regulasi berdasarkan pendekatan multistakehoders dan kolaboratif dengan sektor lainnya, serta mampu mengembangkan kemitraan strategis secara global untuk memperkuat daya saing bangsa.
"Tantangan ke depan bagaimana kita tidak hanya memiliki tapi mampu menguasai, kita memiliki market yang besar namun belum kita kuasai," kata Kristono.
Sejauh ini berdasarkan beberapa polling dan informasi dari berbagai sumber beberapa nama kandidat menkominfo dari profesional mulai bermunculan, seperti Yuliandre Darwis (Mantan Ketua KPI), Gatot S Dewa Broto (Sesmenpora).
Kemudian Sony Subrata (PolitcaWave), Jamalul Izza (Ketua Umum APJII), Sylvia W Sumarlin (Ketua Umum FTII), Kristiono (Ketua Umum Mastel), Semuel Abrijani Pangerapan (Dirjen APTIKA), Nadiem Makarim (CEO Go-Jek), dan Wishnutama (Pendiri Net TV).
(maf)