Permasalahan di Lapas dan Rutan Dinilai Terus Berulang

Rabu, 21 Agustus 2019 - 08:38 WIB
Permasalahan di Lapas...
Permasalahan di Lapas dan Rutan Dinilai Terus Berulang
A A A
JAKARTA - Tugas Pokok dan Fungsi (tupoksi) Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) dipertanyakan. Pasalnya, meski ada kerusuhan di Manokwari, Papua, yang membakar Lapas dan Rutan, Sri Puguh Budi Utami malah plesiran ke Australia.

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah yang menilai dirjen PAS telah menyalahi tupoksinya. Karena seharusnya, kepergiannya dalam kunjungan kerja di Negeri Kanguru itu dibatalkan.

"Harusnya kepergiannya ke Australia bisa pulang secepatnya atau dibatalkan kepergiannya itu. Karena ini kan menyangkut tugasnya," kata Trubus Rahardiansyah, kemarin.

Dikatakan Trubus, dengan langkah yang diambil dirjen PAS, menunjukkan bahwa dia tidak merasa sebagai bagian dari pembenahan sistem itu sendiri. Padahal, atas kerusuhan yang terjadi di Manokwari, Papua, membuat 258 narapidana melarikan diri.

"Dari hal itu, berarti memang di lingkungan itu sendiri telah terjadi situasi yang kurang kondusif," ujarnya.

Atas hal itu, Trubus pun meminta kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yassona Laoli, untuk menegur dan memanggil Dirjen PAS. Karena menurutnya, masalah di dalam lapas dan rutan bukan yang pertama kali dan sesuatu yang berulang-ulang.

"Meski begitu tidak ada langkah apapun. Dan ini sudah terjadi "untrust" atau ketidakpercayaan dalam pengelolaan di dalam lapas itu sendiri dan kepemimpinan sudah tidak ada lagi kepercayaan," tegasnya.

Atas semua masalah itu, Trubus menilai, harus ada pergantian secepatnya untuk menyelesaikan masalah yang ada. Sri Puguh sendiri seharusnya berani mundur dari jabatannya karena selama ini dinilai gagal dalam melakukan revitalisasi lapas.

"Apalagi sebelumnya Dirjen PAS pernah berucap siap mundur bila gagal merevitalisasi lapas," tegasnya.

Untuk penggantian, kata Trubus, sosok Dirjen PAS itu diambil dari orang profesional, atau dari unsur kepolisian. Pimpinan yang memiliki integritas dan akuntabilitas, serta bisa mempertanggungjawabkan, dirasa bisa menangani persoalan yang ada.

"Karena ini persoalan lapas dari menteri ke menteri masih menjadi masalah dan belum ada jalan keluarnya," terang Trubus.

Trubus menambahkan, nama Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari dinilai cocok. Terlebih beliau punya kapasitas untuk menangani hal itu, integritasnya juga baik dan publik sudah mengenal sosoknya.

"Saya rasa tinggal dipercayakan saja, tinggal dibuktikan saja. Apalagi jaringan dan komitmen yang baik dalam menjalankan tugas ada di pak Arman," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Pastikan Layanan Maksimal,...
Pastikan Layanan Maksimal, Karutan Kelas I Jakpus Terjun Langsung
Carut Marut Pengelolaan...
Carut Marut Pengelolaan Keuangan Arsenal
58 Warga Penghuni Lapas...
58 Warga Penghuni Lapas dan Rutan di Sulsel dapat Remisi Nyepi
Napi Meninggal di Rutan,...
Napi Meninggal di Rutan, Polda Kepri: Ada Tanda-tanda Kekerasan
Sabu Dikendalikan dari...
Sabu Dikendalikan dari Cipinang, Pengawasan Lapas dan Rutan Dinilai Lemah
Kemenkumham Sulbar Minta...
Kemenkumham Sulbar Minta Lapas Tingkatkan Kemampuan Kewirausahaan para Narapidana
Berita Terkini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved