Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka, Zaman Soeharto Lebih Rendah

Sabtu, 10 Agustus 2019 - 20:05 WIB
Perbandingan Tingkat...
Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka, Zaman Soeharto Lebih Rendah
A A A
JAKARTA - Salah satu masalah krusial di Indonesia saat ini terkait dengan tingkat pengangguran terbuka yang cukup tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,01% pada Februari 2019. Saat ini, jumlah pengangguran di Indonesia menurut BPS berjumlah 6,82 juta orang.

Berdasarkan tingkat pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menyumbang angka pengangguran tertinggi di antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,63%. Jumlah tertinggi berikutnya terdapat pada tingkat Diploma I/II/III (6,89 persen). Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMK dan Diploma I/II/III.

BPS menyatakan, mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil di antara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,65%. Meski demikian, dibanding kondisi tahun lalu, penurunan TPT terjadi pada semua tingkat pendidikan.

Secara keseluruhan, jumlah angkatan kerja pada Februari 2019 sebanyak 136,18 juta orang, naik 2,24 juta orang dibanding Februari 2018. Komponen pembentuk angkatan kerja adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran.

Pada Februari 2019, sebanyak 129,36 juta orang adalah penduduk bekerja dan sebanyak 6,82 juta orang menganggur. Dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja bertambah 2,29 juta orang, sedangkan pengangguran berkurang 50 ribu orang.

Struktur penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan pada Februari 2019 masih didominasi oleh tiga lapangan pekerjaan utama, yaitu: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 29,46%; Perdagangan sebesar 18,92%; dan Industri Pengolahan sebesar 14,09%.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengakui dalam 20 tahun terakhir memang tingkat pengangguran terbuka saat ini yang terendah. “Tetapi, jika dilihat waktu yang lebih panjang, tahun 1997, tingkat pengangguran hanya 4,69 persen," kata Bhima di Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

Meski demikian, Bhima menjelaskan, sebenarnya angka pengangguran di era Orde Baru pemerintahan Soeharto pernah tercatat hanya sebesar 2,55% di 1990 silam. Oleh karenanya, parameter tingkat pengangguran terendah itu dapat dilihat tergantung dari berapa jauh perbandingannya. Apakah hanya dalam 20 tahun atau sampai 40 tahun terakhir.

Mengenai apa saja faktor yang melatarbelakangi sulitnya para pekerja Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan di era digital saat ini, Bhima mengaitkan, antara aspek vokasional dan supply-demand dari industri ketenagakerjaan saat ini.

Dia menjelaskan, di sisi penawaran, ada ketidakcocokan antara kebutuhan dunia kerja dan keahlian yang diasah saat sekolah. Hal ini terbukti dari besarnya pengangguran sekolah vokasi yang mencapai 11,2% di 2018.

"Dari sisi permintaan, sektor utama penyerap tenaga kerja, yaitu pertanian, anjlok. Tahun 2018, penyerapannya minus. Harga komoditas perkebunan yang rendah dan kurangnya insentif buat petani jadi masalah serius," kata Bhima.
(kri)
Berita Terkait
Soal Kasus Ketenagakerjaan,...
Soal Kasus Ketenagakerjaan, ILO Apresiasi Sikap Pemerintah Indonesia
Mendesak, Reformasi...
Mendesak, Reformasi Regulasi Ekosistem Ketenagakerjaan dalam RUU Ciptaker
Gaji Tak Juga Dibayar...
Gaji Tak Juga Dibayar Perusahaan, Pekerja Pembersih Lahan Geruduk Disnaker Riau
Menyoroti Pergeseran...
Menyoroti Pergeseran Peran Tenaga Kerja di Tengah Perkembangan Kebutuhan Lintas Industri
Pusat Pasar Kerja Jawaban...
Pusat Pasar Kerja Jawaban Berbagai Ketenagakerjaan Hadapi Era Revolusi Digital
Pembahasan Klaster Ketenagakerjaan...
Pembahasan Klaster Ketenagakerjaan Ditunda, Momentum Jaring Aspirasi
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved