Kementerian PPPA: Penggunaan Smartphone oleh Anak Mengkhawatirkan

Kamis, 01 Agustus 2019 - 17:46 WIB
Kementerian PPPA: Penggunaan...
Kementerian PPPA: Penggunaan Smartphone oleh Anak Mengkhawatirkan
A A A
JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengingatkan maraknya penggunaan smartphone pada anak-anak saat ini menjadi fenomena yang sangat mengkhawatirkan. Mengingat banyaknya bahaya yang mengancam anak sebagai generasi penerus bangsa.

Deputi Bidang Perlindungan Anak, Nahar, mengatakan anak rentan menjadi sasaran cyberbullying, pelanggaran privasi, terpapar pornografi, radikalisme, dan yang lebih parah, anak menjadi incaran para predator anak (pedofil), belum lagi dampak buruk dari segi kesehatan pada anak.

“Melihat kondisi ini, sudah seharusnya kita sebagai orang tua memberi perhatian dan bersama-sama melakukan pencegahan dengan mendampingi anak dan memberi perlindungan bagi mereka di era digital ini,” tegas Nahar pada pelatihan Parenting di Era Digital di Bulungan (1/8/2019).

Nahar mengungkapkan, banyaknya anak yang terjerumus dalam bahaya penggunaan gawai karena adanya kesenjangan kemampuan teknologi antara orang tua dan anak. Orang tua harus mempunyai literasi digital yang baik dan memahami aturan di dunia digital, mampu memilah sekaligus menyampaikan konten positif dan mencegah konten negatif pada anak.

Nahar mengaku sudah membuat berbagai kebijakan berupa pedoman, peraturan, serta menyelenggarakan beberapa kegiatan yang diharapkan secara efektif bisa diaplikasikan di seluruh wilayah Indonesia baik oleh kementerian, daerah atau lembaga masyarakat yang bergerak di bidang pencegahan terhadap anak yang teradiksi bahaya internet. Serta menjadi model yang bisa diterapkan dan dimanfaatkan bagi kebutuhan anak dan keluarga menghadapi situasi di era digital ini.

Pakar Perlindungan Anak Yayasan Sejiwa, Diena Haryana menuturkan dalam mendampingi anak di era digital, harus dilakukan dengan cara asyik dan bijak. Orang tua harus melakukan pendekatan kepada anak, mengajaknya untuk beraktivitas menikmati momen bersama, melakukan hal yang disukai di dunia nyata agar anak tidak larut dan berlebihan menggunakan internet.

“Bentuklah anak menjadi netizen unggul yang bertanggungjawab yaitu cerdas, berkarakter, dan mandiri. Membentuk anak tangguh yang mampu hidup di dunia nyata dengan life skills, mampu menggunakan teknologi digital untuk memenuhi segala kebutuhannya,” jelas Diena.
(cip)
Berita Terkait
Wilmar Sosialisasikan...
Wilmar Sosialisasikan Perlindungan Perempuan dan Anak di Perkebunan
Kemen PPPA Apresiasi...
Kemen PPPA Apresiasi Militansi RPA Partai Perindo Perjuangkan Perlindungan Perempuan dan Anak
Kejar Target Indonesia...
Kejar Target Indonesia Layak Anak 2030, APSAI Pusat dan Daerah Sinergikan Langkah
Komdigi Undang Platform...
Komdigi Undang Platform Media Sosial Susun Regulasi Perlindungan Anak di Ruang Digital, Ini Langkahnya!
Pemda Didorong Miliki...
Pemda Didorong Miliki Ruang Bermain Ramah Anak
KPAI: Mediasi Perlindungan...
KPAI: Mediasi Perlindungan Anak Tidak Pernah Merambah Kemasan Makanan
Berita Terkini
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved