Penjaja Kartu Seluler Resahkan Jamaah Haji

Rabu, 24 Juli 2019 - 08:19 WIB
Penjaja Kartu Seluler...
Penjaja Kartu Seluler Resahkan Jamaah Haji
A A A
JEDDAH - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melayangkan surat protes kepada Kementerian Haji Arab Saudi terkait maraknya penjaja kartu seluler di Bandara King Abdul Azis, Jeddah. Keberadaan mereka dinilai sudah mengganggu kenyamanan jamaah haji Indonesia yang baru tiba di tanah suci.

Protes tersebut dilayangkan melalui kantor Kementerian Haji Arab Saudi yang melayani layanan bandara. Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat mengatakan, surat protes dilayangkan karena apa yang dilakukan oleh para penjaja kartu seluler Arab Saudi telah mengganggu dan memperlambat proses kedatangan jamaah haji di Bandara King Abdul Aziz. "Padahal Kementerian Haji (Arab Saudi) sedang berupaya mengurangi waktu kedatangan (jamaah haji) di bandara," katanya kepada tim Media Center Haji (MCH), kemarin.

Menurut Arsyad, selain melayangkan surat protes, upaya sosialisasi oleh petugas bandara kepada jamaah haji juga telah dilakukan di area indoor bandara. Jamaah diminta tidak mengindahkan tawaran yang diberikan oleh para penjaja kartu seluler. "Bagi yang sudah mempunyai paket seluler dari Tanah Air itu sudah cukup digunakan di Arab Saudi," katanya.

Proses kedatangan jamaah haji di Bandara King Abdul Aziz Jeddah sangat cepat. Setelah turun dari pesawat, jamaah haji yang telah mengenakan baju ihram langsung diarahkan menuju plaza, semacam ruang tunggu terbuka untuk beristirahat sejenak. Setelah dikelompokkan berdasarkan rombongan, mereka lalu didorong langsung menuju bus untuk diberangkatkan ke Mekkah. Bagi jamaah haji asal Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) dan Jakarta-Pondok Gede (JKG) lebih cepat lagi. Turun pesawat mereka langsung diarahkan masuk ke bus dan berangkat ke Mekkah. Prosesnya antara 30 menit dan paling lama 1,5 jam.

Namun dalam proses yang cepat itu malah muncul banyak penjaja kartu seluler Arab Saudi. Mereka menghampiri jamaah yang baru saja keluar dari pintu kedatangan. Tanpa basa basi sales yang masih anak-anak muda itu, meminta nomor paspor kepada jamaah. Setelah nomor paspor diperoleh, mereka kemudian meminta jamaah haji untuk melakukan rekam sidik jari di alat yang mereka bawa. Usai proses itu, jamaah diberikan kartu seluler Arab Saudi cuma-cuma. Tapi ada juga yang tidak diberi.

Sebenarnya pembagian kartu seluler gratis tersebut tidak menjadi masalah. Namun hal itu membuat jamaah haji Indonesia bingung. Mereka mengira para penjaja kartu seluler adalah petugas dari Arab Saudi yang bekerja mengecek paspor jamaah. Jamaah yang capek karena baru saja menjalani penerbangan panjang dari Tanah Air akhirnya cuma bisa menuruti kemauan para penjaja kartu seluler. Apalagi, para sales itu menggunakan bahasa Arab yang tidak dimengerti jamaah.

Menurut petugas dari Tim Kesehatan PPIH yang menyambut jamaah haji Indonesia di bandara, keberadaan para penjaja kartu seluler Arab Saudi itu sangat mengganggu.Mereka tidak memperhatikan kondisi jamaah yang kelelahan. Mereka kerap menarik tangan jamaah atau mengambil buku paspor untuk diregistrasi. Hal ini membuat tindakan promotif dan preventif kepada jamaah tidak maksimal.
Sementara itu, jamaah haji asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kus Burasmat Dullah mengaku tidak mengetahui apa yang dilakukan para penjaja kartu seluler tersebut. Dia mengira mereka adalah bagian dari petugas yang mengecek paspor dan sidik jari.

Setelah diberi tahu, Kus mengaku tidak membutuhkan kartu seluler Arab Saudi karena telah membeli paket haji dan umrah ke operator seluler Indonesia. "Saya sudah punya paket Indonesia. Lha kartu ini buat apa," katanya sambil menunjukkan kartu seluler Arab Saudi.

Kepala Seksi (Kasie) Perlindungan Jamaah (Linjam) Daker Bandara Jeddah-Madinah, Syarifuddin Zuhri mengimbau kepada jamaah haji yang ingin menggunakan kartu seluler gratis untuk melakukan registrasi di ruang tunggu. "Karena untuk meregistrasi kartu seluler tersebut menggunakan paspor, maka jangan sampai lupa meminta kembali paspor yang telah diregistrasi. Jangan sampai lupa," kata Syarifudin Zuhri kepada tim MCH, Minggu (21/7/2019).(Abdul Malik Mubarok)
(nfl)
Berita Terkait
Sepuluh Daerah di Indonesia...
Sepuluh Daerah di Indonesia dengan Antrean Haji Tercepat
Tahun Ini Haji Akbar,...
Tahun Ini Haji Akbar, Mengapa dan Apa Alasannya?
3 Terobosan Perdana...
3 Terobosan Perdana Haji 2025: Lebih Terbuka, Terjangkau, Kompetitif
Mengenal 3 Jenis Haji:...
Mengenal 3 Jenis Haji: Ifrad, Tamattu, dan Qiran
Indonesia Dapat Kuota...
Indonesia Dapat Kuota 221.000, Ini Jadwal dan Tahapan Penyelenggaraan Haji 2025
Jadwal Haji Hingga Puncak...
Jadwal Haji Hingga Puncak Haji Tahun 2025
Berita Terkini
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Infografis
Kuota Haji 2026 Indonesia...
Kuota Haji 2026 Indonesia Per Provinsi, Berikut Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved