Airlangga Dinilai Gagal, Indra Bambang Utoyo Maju Caketum Golkar

Minggu, 21 Juli 2019 - 08:56 WIB
Airlangga Dinilai Gagal,...
Airlangga Dinilai Gagal, Indra Bambang Utoyo Maju Caketum Golkar
A A A
JAKARTA - Kritik dan penilaian negatif terhadap Airlangga Hartarto dalam memimpin Partai Golkar terus berdatangan dari sejumlah kader dan politikus partai berlambang Pohon Beringin itu. Kali ini datang dari Politikus Golkar, Indra Bambang Utoyo.

Indra memutuskan ikut meramaikan bursa calon ketua umum Partai Golkar untuk periode mendatang. Indra menganggap, di bawah kemimpinan Airlangga, Golkar tidak menujukkan ke arah yang lebih baik.

"Menurunnya perolehan suara dan kursi DPR pada Pemilu 2019 disebabkan oleh faktor kepemimpinan yang bermasalah. Tidak adanya isu strategis, tidak terlaksananya konsolidasi dengan baik, serta kasus korupsi yang menjerat kader partai," kata Indra, di Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Indra menuturkan, sejarah terbentuknya Partai Golkar tak lepas dari peran Jenderal Ahmad Yani. Waktu itu, Ahmad Yani mendorong terbentuknya Sekber Golkar pada 1946 untuk menangkal berkembangnya paham ideologi yang mengancam Pancasila seperti Komunisme.

Sementara pada tantangan saat ini, kata Indra, meski sel-sel komunisme masih hidup, tetapi ada gangguan ideologi baru dari konsep khilafah. Menurut Indra, Golkar tidak mampu menjadi benteng Pancasila dalam melawan khilafah terutama saat kontestasi Pilgub DKI 2017 dan semakin memanas pada Pilpres 2019.

"Dalam kaitan ini saya melihat Golkar tidak menunjukkan kekhawatiran terhadap perkembangan khilafah ini, di mana seharusnya Golkar lah yang paling depan mewaspadai bahkan melawannya," ujar Indra.

Selain kondisi itu, lanjut Indra, Golkar juga dianggap semakin terpuruk. Ia mencermati konflik internal Golkar yang meruncing disebabkan persaingan kekuasaan. Dalam hal ini, Golkar tampak memperlihatkan wajah pragmatisme dan meninggalkan idealisme partai.

Isinya seperti jual-beli suara. Ditambah lagi tokoh-tokoh legislator Golkar terlibat pada kasus di KPK. Bahkan terakhir Ketua Umum (Setya Novanto) dan Sekjen (Idrus Marham) yang dibangga-banggakan masuk ke tahanan bersama beberapa tokoh lain, dari pusat hingga daerah."Sempat pula Golkar terbelah selama hampir dua tahun, karena persoalan pragmatisme dan kekuasaan," ungkapnya.

Indra juga bertemu dengan calon kandidat ketum lainnya, yaitu Bambang Soesatyo alias Bamsoet. Dalam pertemuan itu, ada juga Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo.Baik Indra maupun Bamsoet yang notabene anggota FKPPI itu diberi pesan dari ketua umumnya agar menjaga kekompakan dan kesolidan dengan menunjukkan sikap dan idealisme organisasi keluarga besar TNI-Polri. (Baca Juga: Ajukan Perombakan Struktur, Airlangga Dianggap Tabrak AD/ART Golkar)
(rhs)
Berita Terkait
Partai Masyumi Resmi...
Partai Masyumi Resmi Kembali Dideklarasikan Dalam HUT ke-73
Bahlil Lahadalia Umumkan...
Bahlil Lahadalia Umumkan Pengurus DPP Partai Golkar 2024-2029
Suharso Monoarfa Terpilih...
Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Secara Aklamasi
Jelang Tahun Politik,...
Jelang Tahun Politik, Golkar Diharapkan Siapkan Semua Instrumen
Jelang 2022, Pembina...
Jelang 2022, Pembina Golkar Beri Sejumlah Catatan untuk Internal Partai
Golkar Harus Pahami...
Golkar Harus Pahami Perilaku Pemilih jika Ingin Ulangi Kejayaan
Berita Terkini
Sahroni Dukung Polri...
Sahroni Dukung Polri Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Penyebab Blackout
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK di Kasus Gratifikasi
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan JPU Lemah: Sidang Tidak Bisa Lagi Dilanjutkan
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Infografis
Manchester City Gagal...
Manchester City Gagal Juara Piala FA, Pep di Ujung Tanduk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved