Alasan Nasdem Copot Gubernur Kepri

Kamis, 11 Juli 2019 - 16:46 WIB
Alasan Nasdem Copot...
Alasan Nasdem Copot Gubernur Kepri
A A A
JAKARTA - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPW Nasdem Kepri. Tindakan tersebut diambil pasca terjaringnya Nurdin dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, (10/7/2019). Saat ini, DPP Nasdem telah mengirim tim ke Kepri untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Ya betul, Gubernur Kepulauan Riau pak Nurdin Basirun itu adalah Ketua DPW NasDem yang hari ini sudah di bebas tugaskan, ya melalui surat keputusan DPP. Tadi Ketua Umum dan saya sudah menandatangani pembebas tugasnya Ketua DPW NasDem Kepri dan menggantinya dengan pelaksana tugas (Plt). Pelaksama tugas yang baru adalah Willy Aditya yang juga Ketua Bidang DPP Nasdem,” kata Sekjen DPP Partai Nasdem Johnny G Plate, Kamis (11/7/2019).

Johnny mempertanyakan barang bukti OTT sebesar SGD6.000 yang kalau dirupiahkan setara dengan uang sekitar Rp60 juta. Menurut Johnny, uang sebesar itu hal yang lumrah di Batam karena orang Batam sering keluar-masuk Singapura untuk berbelanja. Apakah itu hanya gratifikasi atau kasus lain.

“Rp60 juta itu apa itu gratifikasi atau suap atau apa untuk seorang pejabat daerah tentu berbeda reaksi kami, kalau besarnya Rp1,2, atau Rp3 miliar ya itu tentu (responsnya) berbeda. Tapi kalau Rp60 juta kami harus melakukan penyelidikan dulu yaitu mengumpulkan informasi yang benar. Apalagi ini terkait dengan seorang pejabat tinggi di daerah seorang gubernur ya,” ujar Johnny.

Anggota Komisi XI ini menjelaskan, tim ini bertugas mengumpulkan infomasi dan melakukan semacam investigasi untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi di Kepri. Karena, beritanya cukup simpang siur dan menjadi tidak jelas bagi DPP Nasdem. Menurut dia, sebelum mengambil keputusan dengan cepat, Nasdem harus mengumpulkan informasi yang lengkap terlebih dulu agar tidak salah. Dan pencopotan ini dalam rangka dukungan Nasdem terhadap pemberantasan korupsi.

“Kami mengambil langkah dalam bentuk pemberhentian sementara tugas, pembebas tugasan itu yang kami lakukan. Tapi biasanya pada saat ditetapkan sebagai tersangka kami lalu memberhentikan. Tapi dalam kasus yang ini karena sampai saat ini masih belum jelas apalagi terkait dengan seorang tokoh gubernur itu satu tokoh yang penting di daerah. Tentu harus berhati-hati juga,” paparnya.

Ditanya apakah NasDem tidak percaya KPK karena membentuk tim investigasi, Dia berdalih bahwa tim ini dibentuk karena sampai hari ini belum ada infomasi dari KPK dan KPK belum melakukan konferensi pers terkait OTT ini.

“Tindak lanjutnya kan belum tahu dan kami tidak bisa berkomunikasi dengan yang bersangkutan. Sama sekali belum bisa dapat infomasi masa kami mengambil keputusan dengan informasi yang sangat terbatas itu tidak prudent (bijak) juga,” kilahnya.
(cip)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved